|
|
CINTA UNTUK SAHABAT

Dipagi
yang cerah tepat pukul 07.00 pagi, anak-anak SMA Tunas Bangsa sudah masuk
sekolah. Pagi itu Lisa tidak masuk sekolah karena sedang sakit. Dara adalah
sahabat Lisa dan kebetulan teman sebangkunya. Hari itu adalah hari spesial di
SMA Tunas Bangsa, karena akan kedatangan murid baru dan dia pindahan dari Semarang.
Pada saat Dara dan teman-temannya
mau ke kantin, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seorang cowok dan itu adalah
Dandi siswa baru SMA Tunas Bangsa yang berwajah tampan, pinter dan mempunyai
penampilan yan oke. Dara dan teman-temannya pun terpesona melihat Dandi.
“ Maaf saya tidak sengaja” kata
Dara.
“ Iya, gak papa kok, saya yang
salah “ balas Dandi.
“ Oh...ya, nama kamu siapa...?”
tanya Dara.
“ Saya Dandi anak baru di SMA ini “
jawab Dandi.
“ Kamu tau dimana ruang guru “
tanya Dandi.
“ Ruang guru ada dilanatai dua,
mari saya antar “ ajak Dara.
Dara meninggalkan teman-temannya
dan pergi mengantarkan Dandi. Mereka berjalan sambil ngobrol-ngobrol kecil dan
seperti orang yang sudah lama kenal. Disitulah awal pertemuan Dara dan Dandi
yang cukup singkat, tapi sangat bermakna bagi Dara.
Di hari kedua Dandi masuk sekolah
ia masih menjadi idola para cewek SMA Tunas Bangsa dan dihari itu Lisa sudah
masuk sekolah, padahal dia masih sakit, tapi hal itu tak menyurutkan hati Lisa
untuk tidak masuk sekolah, karena dia kangen sama teman-temannya, terutama pada
Dara.
Tapi ada yang beda dengan
teman-temannya, mereka seperti kejatuhan bintang dari langit “ ada apa sich ini....kok
smuanya kelihatan seneng banget “ tanya Lisa pada teman-temannya.
“ Ada murid baru Lis, disekolah ini. Dia cowok, ganteng,
pinter lagi “ sahut Dara.
“ Masak sich, kok aku gak tau “
“ Kamu kan kemarin gak masuk, jadi
kamu gak tau “
“ Ikut aku yuk “ ajak Dara.
“ Kemana ?”
“ Ke kanting “
Pada saat akan ke kantin Dandi
melihat Dara dan Lisa, Dandi berteriak memanggil Lisa, tapi Lisa tidak tau
siapa yang memanggilnya.
“ Hai..Dan” teriak Dara.
Lisa kaget melihat Dandi di sekolah
yang sama dengannya.
“ Dandi “ sahut Lisa dengan nada
kaget.
“ Kalian udah saling kenal ?” tanya
Dara.
Lisa hanya termenung melihat Dandi
di sekolah ini dan akhirnya mereka bertemu kembali setelah mereka berpisah
selama 3 tahun, karena Lisa pindah ke Jakarta bersama orang tuanya. Sebelumnya
Lisa dan Dandi tinggal di Semarang dan rumah mereka bertetanggaan, selama itu
pula Dandi menyimpan perasaan kepada Lisa. Dara tambah bingung ketika Dandi dan
Lisa saling bertatapan seperti ada sesuatu diantara mereka. Lisa pun segera
mengajak pergi ke kelas. Sebelum Dara tau masa lalu dirinya dan Dandi dulu.
Pada saat di kelas Dara bercerita
tentang Dandi dan Dara juga bilang kalau ia suka pada Dandi. Dara juga minta
pada Lisa untuk mempertemukan Dara dan Dandi, karena Dara akan mencoba
menyatakan cintanya pada Dandi.
Lisa tambah sedih,padahal Lisa mau
bercerita kalau Dandi adalah teman masa kecil Lisa dan mereka pernah menjalin
cinta. Lisa bingung di sisi satu dia masih cinta pada Dandi, tapi di sisi lain
dia tak mau menyakiti sahabatnya.
Bel pulang berbunyi, saatnya murid
SMA Tunas Bangsa pulang, tapi Lisa belum pulang karena dia mau mencatat tugas
yang belum selesai. “ Lis ayo kita pulang “ ajak Dara.
“ Kamu duluan aja, aku masih
mencatat untuk tugas besok “
“ Ya........udah kalau begitu aku
pulang duluan ya “
“ ya...hati-hati lho “
Semua murid sudah tidak ada lagi,
suasananya makin sepi, Lisa makin buru-buru mencatatnya, karena hari juga sudah
sore, setelah Lisa selesai mencatatnya, Lisa keluar kelas dan duduk dibangku
dekat jalan untuk menunggu jemputan dari orang tuanya. Dari kejauhan tampak ada
seorang laki-laki yang masih memakai pakaian sekolah menghampiri dirinya.
“ Lisa sedang apa kamu
disini “ sapa Dandi.
“ Aku sedang menunggu jemputan “
jawab Lisa.
“ Bolehkah aku duduk disini ?”
“ Silahkan “
“ Lis, aku rindu saat-saat dulu dimana kita selalu mungkin
inilah jawaban kerinduanku, kita bisakah mengulang lagi “
“ Tidak mungkin Dan”
“ Kenapa Lis?”
Lisa menceritakan pada Dandi kalau
Dara sangat mencintai Dandi dan Dara ingin menjadi kekasihnya. Dandi
menolaknya, karena ia cintanya pada Lisa bukan pada Dara. Dan Dandi ingin
selalu bersama Lisa untuk selamanya seperti janjinya dulu pada waktu mereka
kecil.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang
berhenti didepan mereka dan itu adalah rang tua Lisa.
“ Lisa ayo pulang “ ajak orang tua
Lisa.
“ Aku pulang dulu ya “ kata Lisa
pada Dandi.
“ setelah tiba dirumah Lisa
teringat kata-kata Dandi yang ingin bersamanya unutk selamanya, tapi Lisa harus
berfikir dua kali, ia harus memilih cintanya atau sahabatnya.
Keesokan harinya Lisa bertemu
dengan Dandi, dia minta Dandi menunggu Lisa di taman sekolah pada jam
istirahat. Dandi sudah menunggu Lisa ditaman.
“ Ada apa Lis? Kenapa kita harus
bertemu disini “ tanya Dandi.
“ Apa kamu yakin dengan kata-kata
kamu yang kemarin “ balas Lisa.
“ Yang mana.....” tanya Dandi
dengan nada bingung.
“ Kamu akan bersama aku untuk
selamanya” jelas Lisa.
“ Iya Lis..., aku ingin selalu denganmu, aku akan melakukan
hal apapun agar kamu selalu bahagia “
“ Benarkah..!! kalau kamu ingin aku bahagia, kamu harus menjadi kekasihnya
Dara, karena kebahagiaanku bersumber dari sahabatku “
“ Gak mungkin Lis, kalau aku
dan Dara lalu kamu gimana ?”
“Kamu gak usah peduliin aku, temuilah Dara dikantin. Dia
menunggu kamu disana “
Setelah Lisa mengatakan hal
tersebut Dandi langung meninggalkan Lisa ditaman dan pergi menemui Dara
dikantin. Setelah Dandi pergi Lisa menangis, apakah keputusan yang diambilnya
sudah benar.
Seperti yang dikatakan Lisa, Dara
sudah menunggu Dandi di kantin. Dandi duduk disebelah Dara, mereka
ngobrol-ngobrol sambil bercanda. Tiba-tiba Dandi memegang tangan Dara dan
berkata “
“ Maukah kamu jadi pacarku ?”
Dara kaget dengan ucapan Dandi,
tapi dihati Dara sangat senang dan itulah kata-kata yang ditunggu selama ini.
“ Maksud kamu “ tanya Dara
pura-pura tidak mengerti.
“ Aku ingin kamu menjadi pacarku,
mau ya....pleace!!”
“ Baiklah aku mau jadi pacar kamu “
Lisa yang mendengarkan pembicaraan
Dara dan Dandi dibalik pintu kantin, tiba-tiba mengeluarkan air mata,
sebenarnya dia masih cinta pada Dandi, tapi Lisa dan Dandi tak mungkin bersatu,
karena Lisa tidak mau menyakiti perasaan Dara. Karena sahabatnya adalah
segalanya.
Pasca jadiannya Dandi dan Dara,
Lisa selalu terpuruk dalam kesedihan. Sahabatnya pun makin lupa dan tidak ada
waktu untuk Dara dan Lisa berkumpul seperti dulu lagi. Padahal Lisa yang
memperjuangkan cinta Dara pada Dandi dan lisa rela hatinya sakit hanya untuk
sahabatnya bisa senang. Tapi itu tidak pernah ada difikiran Dara karena ia
fikir Dandi benar-benar cinta pada Dara. Hubungan mereka tambah hari tambah
romantis dan Lisa pun tambah sedih.
Pada waktu Dara akan menyebrang
jalan tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil yang melaju kencang,
Lisa melihat kejadian tersebut, dia langsung mendorong tubuh Dara dan akhirnya
Lisa yang tertabrak mobil itu. Tubuh Lisa berlumuran darah, terutama bagian
kepalanya. Mobil yang menabrak Lisa langsung pergi, Dara langsung berterika
minta tolong, tapi tak ada orang, lalu Dara menelpon Dandi untuk menolong Lisa.
Lalu Lisa dibawa kerumah sakit agar tidak kehabisan darah. Dandi sedih melihat
Lisa terbaring tak berdaya, karena sebenarnya dia masih mencintai Lisa.
Sementara itu Dara merasa bersalah karena Lisa celaka gara-gara menolong Dara.
Orang tua Lisa segera datang kerumah sakit untuk melihtat keadaan putri semata
wayangnya. Hampir 3 jam Lisa tidak sadarkan diri, semua orang yang menunggunya
khawatir.
Ketika Lisa sadar, orang
pertama yang dilihat adalah dandi. Pada saat itu kebetulan Dara juga akan
mejenguk Lisa., waktu Dara akan membuka pintu kamar rawatnya Lisa tanpa sengaja
dia mendengar pembicaraan Lisa dan Dandi kalau sebenarnya orang yang paling
dicintainya adalah Lisa. Dara tak jadi menjenguk Lisa dia langsung berlari
meninggalkan rumah sakit dengan air mata yang bercucuran diwajahnya.
“ Aku tak bisa hidup tanpamu Lis...”
kata Dandi.
“ Tapi bagaimana dengan Dara, aku
tak mau menyakitinya “ jawab Lisa
“ Aku mencintai kamu bukan Dara “
“ Kamu harus tetap berpacaran
dengan Dara “
“ Appa kamu yakin dengan hal itu, aku tidak mau kalau kamu
menyesal dengan pilihanmu pada suatu hari nanti “
“ Aku yakin..!!” jawab Lisa dengan
tegas.
“ Baiklah kalu begitu aku akan mennggalkanmu dan aku tetap
berpacaran dengan Dar agar kamu bahagia”
Dandi langusng pergi meninggalkan
Lisa dengan rasa kecewa. Setelah Dandi pergi Lisa menangis karena hatinya masih
ada nama Dandi orang yang paling dia cintai.
Hari berikutnya Dandi tidak lagi
menjenguk Lisa dan teman-temannya pun tak ada yang datang menjenguknya. Padahal
keadaan Lisa semakin parah. Orang tua Lisa tambah sedih melihat keadaan Lisa yang
semakin memburuk akibat kecelakaan itu. Pada saat dokter memeriksa Lisa,
ternyata pada otak kecil Lisa mengalami pendarahan akibat benturan yang hebat.
“ Bagaimana dok, keadaan anak saya
“
“ Anak ibu mengalami pendarahan di otak kecilnya dan kami
dari pihak rumah sakit tidak berani mengoperasi Lisa, karena resikonya sangat
berbahaya”
“ Lalu apa dok yang harus kami lakukan “
“ Kami dari pihak rumah
sakit akan melakukan penangan yang lebih baik terhadap Lisa, kesembuhan Lisa
kita pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ibu sekeluarga harus berdoa
padanya “
“ Baik dok, kami akan berdoa demi
kesembuhan Lisa “
Hari demi hari, bulan demi bulan,
dilewati Lisa dengan kesendirian dan penyakit yang dideritanya akibat
kecelakaan itu. Hubungan Dara dan Dandi semkain tambah mesra karena Dandi tidak
mau mengingat lagi tentang Lisa. Dara juga begitu dia tidak pernah menjenguk
Lisa, padahal Lisa sudah berkorban banyak demi Dara sahabat baik Lisa.
Detik-detik terakhir Lisa pun sudah
terasa dihati orang tuanya, karena Lisa berpamitan seperti orang yang akan
pergi untuk selamanya.
“ Bu, yah...kalau Lisa pergi nanti kalian jangan sedih dan
kalian harus bisa melupakan Lisa “ kata Lisa dengan nada lemas.
“ Kamu ngomong apa sich, Lisa” tanya ibu Lisa dengan mata
berkaca-kaca.
“ Lisa ingin pergi ketempat yang lebih tenang, Lisa minta
tolong pada ayah dan ibu untuk memberikan Diary ini pada Dandi “
“ Memang ada apa dengan diary ini Lisa “ tanya ibu Lisa
dengan rasa penasaran.
“ Diary ini sangat penting bagi
Lisa dan Dand..” sebelum Lisa melanjutkan kata-katanya Lisa langsung menutupkan
matanya dan nafas Lisa tiba-tiba hilang, orang tua Lisa panik dan langsung
memanggil dokter untuk memeriksa Lisa. Tapi dokter menyatakan kalau Lisa sudah
tidak ada lagi. Orang tua Lisa menangis histeris terutama ibunya, karena selama
ini ibunylah yang paling dekat dengan Lisa.
“ Lisa....bangun nak, jangan
tinggalin ibu “
“ kata-kata itulah yang disebutkan
ibunya Lisa dengan histeris. Orang pertama yang diberi tau kematian Lisa adalah
Dandi. Setelah mendengar berita itu Dandi langsung pergi kerumah sakit.
“ Lisa....jangan tinggalin aku, kenapa kamu pergi secepat ini
“ Dandi dengan memeluk tubuh Lisa yang tak berdaya lagi.
“ Lisa menitipkan Diary ini
untukmu...” kata ibu Lisa.
“ Memangnya ada apa dengan Diary
ini buk ?” tanya Dandi.
“ Entahlah, ibu juga gak
tau “ jawab ibu Lisa.
Ibunya Lisa langsung mmeberikan
Diary itu kepada Dandi , tetapi dia tidak langsung mmebacanya, karena proses
pemakaman Lisa akan segera dilakukan.
Tidak lama setelah itu jenazah Lisa
dibawa pulang untuk disholatkan dan akan dimakamkan di makam dekat rumah Lisa
tinggal. Semua sahabat-sahabat Lisa termasuk Dara juga hadir, Dara masih
menyimpan rasa bersalah pada Lisa, karena yang seharusnya yang meninggal bukan
Lisa, tetapi Dara. Di dekat makam Lisa juga berdiri orang yang ia sayangi,
yaitu Dandi. Dandi juga meneteskan air mata, karena dia tidak menyangka kalau
orang yang paling ia sayangi meninggalkan untuk selama-lamanya. Setelah
pemakaman Lisa selesai, Dandi pulang dan ia teringat tentang Diary yang
diberikan orang tua Lisa padanya. Diary itu dibaca Dandi dengan teliti halaman
demi halaman dibacanya, tetapi Dandi tertuju pada sebuah halaman yang tertulis
puisi yang indah dan rapi.
Dear Diary.
Aku
menjadi bermakna bukan
Ketika
cinta menghampiri
Tapi
aku merasa sudah bermakna
Sejak
aku berharap cinta menghampiriku
Karena apa yang lebih bermakna
Dalam hidupku selain sebuah persahabatan
Ku
rela orang yang aku cintai
Bersama
sahabatku
Ku
rela aku tak bahagia
Demi
sahabatku
Dan itu semua akan menjadi
Bunga di dalam hatiku yang bermekaran selalu
Setelah selesai
mebaca diary tersebut Dandi tanpa sadar mengeluarkan air mata yang
mengisyaratkan ada rasa kecewa, sedih dan bersalah dihatinya. Kecewa karena
kenapa Lisa berbuat seperti itu, sedangkan dia sangat mencintai Dandi, sedih
karena ia tidak dapat mempersatukan cintanya pada Lisa, bersalah karena ia
tidak mampu membahagiakan Lisa dan dia tidak ada waktu detik-detik meninggalnya
Lisa. Dan dia teringat masa SD dulu saat Lisa dan Dandi menulis nama dan jani
mereka di tembok sekolah yang tertuliskan .
Dandi => “
Aku percaya tak ada pertemuan yang abadi “
Lisa
=> “ Begitu pula dengan
perpisahan, aku percaya tidak ada perpisahan yang abadi “
***Kita akan bersatu untuk selamanya Dandi
& Lisa Love Fourrever ***
Semua terjadi karena perubahan dan
keadaan. Cinta Lisa yang tak bersatu dengan Dandi karena Lisa lebih memilih
sahabatnya, karena sahabatnya mencintai kekasihnya. Setelah kepergian Lisa
Dandi dan Dara masih merajut hubungan karena teringat akan perjuangan Lisa. Dan
terucap sebuah janji yang keluar dari mulut Dandi dan Dara.
Kan ku jaga cinta ini
Demi
kau kekasih hatiku
Kar’na kamu kami bersatu
Dan
demi kau sahabatku
Kan
ku jaga kekasih hatimu
Kar’na
kau ku dapatkan cintaku
“ Your always in my hearrt “
Itulah jani Dara dan Dandi setelah
Lisa meninggal, seperti pepatah bilang, kalau gajah mati meninggalkan gading,
maka kalau menusia mati akan meninggalkan nama.
*** ÆÆÆ
***
Tak lama setelah 2 tahun Lisa
meninggal, hubungan Dara dan Dandi masih harmonis, tetapi Dandi harus kembali
ke Semarang karena orang tua Dandi sedang sakit parah dan dia akan melanjutkan
sekolahnya di Semarang. Mungkin itu juga jalan terbaik Dandi untuk melupakan
Lisa. Sebelum Dandi berangkat ke Semarang dia ingin berpamitan kepada Dara
pacarnya, Dandi menyuruh Dara untuk menunggunya di taman sekolah pada waktu
pulang nanti. Bel pulang berbunyi, Dara udah gak sabar ketemu dengan Dandi.
Karena Dara fikir Dandi akan memberikan kejutan yang istimewa untuknya. Dara
langsung cepat-cepat menuju taman tempat ketemuan mereka, Dandi sudah menunggu
Dara ditaman.
“ hai...Dan, udah dari tadi
ya menunggunya” sapa Dara
“ Enggak kok, aku juga baru nyampai “ jawab Dandi.
“ Ada apa sich kokkelihatannya serius banget “ tanya Dara
dengan wajah penasaran.
“ Aku mau ngomng penting sama kamu “ sahut Dandi
“ Ngomong apa....??”
“ Dara....besok aku akan kembali ke Semarang “
“ Kenapa secepat itu ..? ada apa sebenarnya “
“ Orang tuaku sakit dan aku disuruh pulang secepatnya “
“ Lalu gimana dengan sekolah kamu, dan kapan kamu akan
kembali “
“ Mungkin aku gak akan kembali ke Jakarta lagi dan aku akan
melanjutkan sekolahku di Semarang “
“ Bagaimana dengan hubungan kita “
“ Hubungan kita akan tetap berlanjut, tetapi hanya sebagai
sahabat “
“ Tapi aku sangat mencintai kamu “
“ Maafkan aku, Ra...”
Sebelum Dandi melajutkan
kata-katanya dia langsung pergi meninggalkan Dara. Semua anak SMA Tunas bngsa
juga sedih kalau Dandi kembali lagi ke Semarang, terutama para cewek-cewek yang
kagum dengan sosok Dandi.
Hari ini hari kepergian Dandi, dara
gelisah dan bingung apa dia harus menyusul Dandi ke Stasiun atau tidak karena
Dandi akan berangkat pukul 10.00 nanti, sedangkan arlogi ditangan Dara sudah menujukan
pukul 09.40.
“ Kenapa sich ra..? kok keliatannya gelisah banget “ tanya
Fira teman sekelas Dara.
“ Aku bingung, hari ini Dandi akan pergi ke Semarang “ jawab
Dara.
“ Lalu kenapa kamu masih disini, cepat temui Dandi di stasiun
“ pinta Fira.
“ Tapi...??”
“ Kamu cinta kan sama Dandi, dan ini hari terakhir kamu
bertemu dengannya, ini kesempatan agar Dandi yakin kalau kamu benar-benar cinta
padanya “ sahut Fira.
“ Kamu benar Fir, aku akan
ke Stasiun hari ini “
“ Cepat.....sebelum jam 10.00 “
Dara langsung bergegas menuju
stasiun, setelah sampai distasiun Dara langhsung mencari informasi tentang
kereta api yang akan meuju Semarang. Pada waktu Dandi akan naik kereta karena
keretanya akan segera berangkat, tiba-tiba langkahnya berhanti karena ada suar
dari jauh yang memanggil namanya.
“ Dandi tunggu aku..!!” seru Dara
dari kejauhan.
“ Dara....” sahut Dandi dengan nada
kaget.
“ Dandi sebelum kamu pergi aku
ingin kamu tau satu hal “
“ Apa...??” seru Dandi
“ Aku akan terus ada disampingmu dan aku akan menyusul kamu
ke Semarang “ jelas dara.
“ Ku tunggu kedatanganmu “ jawab Dandi dengan tersenyum.
“ Dimana kamu tinggal, nanti kalau aku kesana biar gak
bingung mencari alamatmu “ tanya Dara.
Dandi memebrikan alamat pada Dara
dan masuk ke gerbong kereta.
“ Jangan pernah lupakan aku .....!!!” teriak Dara dengan mata
berkaca-kaca sambil tersenyum.
Setelah 1 tahun kepergian Dandi ke Semarang
dan besok bertepatan dengan ujian nasional dan jika lulus nanti dia mau kuliah
di Semarang agar bisa bertemu dengan Dandi. Satu minggu kemudian ujian nasional
di SMA Tunas Bangsa sudah selesai dilaksanakan dan hari ini hari paling
mendebarkan karena pengumuman lulus/tidaknya tergantung pada hari ini.
“ LULUS....” terika Dara dan
teman-temannya.
Dara senang dan dia akan bergegas
pergi ke Semarang untuk mencari Dandi dan kuliah disana. Hari ini Dara akan
pergi ke Semarang dia usah gak sabar lagi ingin cepat-cepat ketemu dengan
Dandi. Setelah 4 jam lamanya perjalanan dari Jakarta ke Semarang akhirnya Dara
sampai di Semarang dan dia langsung mencari alamat Dandi, setelah mencari
kesana kemari dan akhirnya mereka ketemu juga. Dara disambut hangat oleh
keluarganya Dandi.
“ Dara aku gak percaya kalau
kamu kesini “
“ Tapi sekarang percayakan...!!!”
ejek Dara
“ Hehehehe...kamu lucu ya seperti
Lisa aja “ sahut Dandi
Dara
langsung terdiam mendengar kata-kata Dandi.
“ Ra...maafin aku, bukan maksud ku
untuk menyamakan kamu dengan Lisa “ jelas Dandi.
“ Gak pa pa kok, kan Lisa juga
sahabatku dan karena dia kita bisa bersatu seperti sekarang ini “
“ Ya... kamu benar, kamu dan Lisa
adalah orang yang baik dan sama-sama mengisi hatiku “
Akhirnya Dara dan Dandi bersatu dan
tempat kuliah mereka sama. Walaupun mereka diSemarang tetapi nama Lisa akan
selalu mengisi hari-hari Dara dan Dandi. Sahabat adalah selamanya dihati Dara
dan bagi Dandi Lisa adalah cinta pertamanya dan malaikat untuk keduanya.
-
End -








0 komentar:
Posting Komentar