Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 05 Desember 2011

LAPORAN STUDY TOUR




 LAPORAN STUDY TOUR











Disusun Oleh :
Nama   : Didik Prastiyo
No        : 08
Kelas   : VIIIF

     SMP NEGERI 1 SUKODONO
   TAHUN AJARAN 2011/2012



PENGESAHAN

Karya tulis ini disyahkan Oleh guru pembimbing dan guru wali kelas guna Melengkapi Laporan karya tulis study tour ke Bali   yang di laksanakan pada :
Hari       :  Senin
Tanggal  : 17 Oktober 2011



Sukodono,  25 November 2011



                     Guru Pembimbing                                      Wali Kelas




                                  Drs. Suhardi                                   Muh. Anis Bintriono, S.Ag
                                  



Mengetahui,
Kepala Sekolah SMP N 1 Sukodono




Drs. Suparno, MBA.MM
Nip.19550704 197711 1001









PERSEMBAHAN

Laporan yang kami buat ini akan kami Persembahkan kepada :

1)      Ayah dan Ibunda tercinta
2)      Bapak Kepala Sekolah SMP N I Sukodono
3)      Bapak dan Ibu guru yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan
4)      Teman-teman yang telah membantu terselenggaranya laporan ini
5)      Kakak dan Adik tercinta
6)      Teman-teman yang selalu memberi motivasi
7)      Pihak yang membantu pembuatan laporan yang tidak dapat kami sebutkan
      Satu persatu
8)      Pembaca yang budiman

























MOTTO

1.      Apabila ada kemauan pasti ada jalan;
2.      Dengan ilmu kita dekatkan diri kepada Tuhan;
3.      Sesuatu yang dikerjakan dengan tergesa-gesa jarang berhasil dengan baik;
4.      Pergunakanlah waktu dengan sebaik mungkin karena ia tidaka akn kembali lagi;
5.      Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia bodoh;
6.      Orang yang pintar itu adalah orang yang mau mengakui keslahan diri mereka.





























KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniannya. Sehingga tugas karya tulis ini yang berjudul “ Hasil Study Tour Bali” telah dapat penulis selesaikan tanpa hambatan yang berarti. Karya tulis ini berisi tentang hasil Study Tour di Bali dan kegiatan disana.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Bapak kepala Sekolah SMP N 1 Sukodono
2.      Bapak dan Ibu guru SMP N 1 Sukodono
3.      Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu hingga terlaksananya karya tulis ini.
Penyusun karya tulis ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang besifat membangun semoga pada penulisan selanjutnya akan lebih baik.
Demikian akhirnya penulis berharap karya tulis ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak sesuai dengan tujuan penulis.



Sukodono,  25 November 2011



Penulis





DAFTAR ISI

Judul ...................................................................................................................... i
Pengesahan ........................................................................................................... ii
Persembahan ........................................................................................................ iii
Motto ............................................................................................................. ...... iv
Kata Pengantar ..................................................................................................... v
Daftar Isi .............................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ........................................................................................ 1
B.     Tujuan Penulisan ...................................................................................... 1
C.     Pembatasan Masalah................................................................................. 1
D.    Metode Kegiatan...................................................................................... 2
E.     Manfaat Penulisan ................................................................................... 2
BAB II ISI / Laporan Tentang Obyek Wisata
1)      Pantai Sanur.............................................................................................. 3
2)      Kertalangu................................................................................................ 4
3)      Museum Bajra Sandhi.............................................................................. 5
4)      Tanjung Benoa ......................................................................................... 5
5)      Pura Uluwatu ........................................................................................... 7
6)      Pusat Souvenir Khas Bali ........................................................................ 7
7)      Patai Kuta ................................................................................................ 8
8)      Pusat Oleh-oleh Mkanan Khas Bali ......................................................... 9
9)      Tari Barong .............................................................................................. 9
10)  Pusat Kaos Joger ................................................................................... 10
11)  Danau Bedugul ...................................................................................... 11
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ............................................................................................ 12
B.     Saran ...................................................................................................... 12
Daftar Pustaka .................................................................................................... 13




BAB I
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG
Pembuatan laporan study tour ini berguna untuk memenuhi tugas bahasa indonesia sebagai syarat penambahan nilai
Kunjungan tersebut diadakan dengan maksud atau tujuan agar para siswa- siswa SMP Negeri I Sukodono dapat memenuhi syarat untuk mengikuti Akhir semester dan Ujian sekolah tahun pembelajaran 2011 – 2012 dengan menyusun atau membuat serangkaian laporan perjalanan.

B.            TUJUAN :
-          Menambah Pengetahuan siswa
-          Menambah Wawasan siswa
-          Mengenal kebesaran Ciptaan Allah

C.           PEMBATASAN MASALAH
Masalah ini dibatasi oleh obyek wisata yang dikunjungi, yaitu :
1.      Pantai Sanur
2.      Kertalangu
3.      Museum Bajra Sandi
4.      Tanjung Benoa
5.      Pura Ulu Watu
6.      Pusat Souvenir Khas Bali
7.      Pantai Kuta
8.      Pusat Oleh-oleh Makanan Khas Bali
9.      Tari Barong
10.  Pusat Kaos Joger
11.  Danau Bedugul




D.           METODE KEGIATAN
Cara membuat laporan ini dengan cara setiap orang menyebar dan mencari data/informasi sebanyak-banyaknya,dengan bertanya kepada pemandu serta mencari beberapa informasi tambahan di Internet.

E.             MANFAAT
1.      Bagi guru, memberikan pelajaran langsung pada siswa
2.      Bagi siswa, menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman
3.      Bagi sekolah, mendapat masukan tentang laboratorium pengetahuan nyata pada siswa























BAB II
ISI


1)             Pantai Sanur
Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar.
Pantai Sanur terutama adalah lokasi untuk berselancar (surfing). Terutama ombak pantai Sanur sudah termasyhur di antara para wisatawan mancanegara. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.
Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.
Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana.
Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.
Selain itu, pengunjung bisa melihat matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.






2)             Kertalangu
Masuk dari Jalan By Pass Ngurah Rai Padanggalak Denpasar Timur, kita akan melihat pusat pembuatan keramik. Ada papan nama besar “Kertalangu Bali Cultural Village”(Desa Budaya Kertalangu) sehingga memudahkan kita untuk mengetahui lokasi ini. Tempat ini baru diresmikan Juni lalu sehingga relatif belum banyak orang yang tahu.
Kertalangu sekaligus sebagai desa konservasi lahan pertanian. Menurut Kepala Desa Kesiman Kertalangu, Wayan Warka, Desa Budaya ini berawal dari kekhawatiran makin hilangnya sawah dan berganti rumah di jalur hijau tersebut. Warga bersama pihak swasta kemudian membuat desa budaya tersebut. “Agar para petani tetap menjalani aktivitasnya dan mendapat nilai plus dari aktivitas pertaniannya,” kata Warka.
Dengan konsep cultural village, Kertalangu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Tempat bersantap hanya salah satu pelengkap dari sekian banyak fungsi seperti jogging track, kegiatan budaya (tari barong dan kecak dance), kolam pancing, tempat pelatihan spa, pembuatan spa products, demonstrasi pembuatan kerajinan, natural stone & pottery, keramik, serta lilin, garmen, dan produk kaca. “Kami memang menerapkan konsep community development,” kata Dewa Gede Ngurah Rai, pemilik PT Uber Sari, pengelola kawasan tersebut.
Jika untuk jogging, maka waktu paling tepat datang ke sini adalah pagi atau sore ketika matahari tidak terlalu menyengat. Menyusuri jalur jogging sepanjang 4 km selama satu jam tergolong melelahkan. Namun panjang dan lama menyusuri jalan tidak akan terasa karena mata kita dimanjakan pemandangan di sana.
Jalur jogging ini berupa lantai semen selebar 2 meter yang menyusuri areal sekitar 80 hektar. Pengunjung akan diajak menyusuri jalur yang konturnya mengikuti lansekap naik turun sawah. Bagian pertama sekaligus nanti jadi tempat terakhir berupa area inti di mana ada berbagai fasilitas yang sudah disebut tadi. Di sini pengunjung tidak hanya jogging tapi juga bisa masuk melihat proses pembuatan kerajinan keramik, batu, gelas, garmen, lilin, bahkan spa.
Setelah itu kita menyusuri naik turun jalur jogging. Kita bisa melihat petani sedang bekerja di sawah, bahkan berbincang dengan mereka jika mau. Atau malah ikut bekerja dengan mereka. Sebab petani-petani itu memang bagian dari Desa Budaya Kertalangu. Ada 204 pemilik lahan dan petani di areal tersebut. “Mereka bukan buruh tani tapi petani yang memang punya lahan di sini,” kata Gede.
Jika Anda capek menyusuri jalur panjang tersebut, ada beberapa gubuk petani maupun bale bengong buatan PT Uber Sari yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil menikmati semilir angin persawahan. Hiruk pikuk Denpasar sama sekali tidak tersisa di sini.

3)             Museum Bajra Sandi
Museum Bajra Sandi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang terletak di areal lapangan Niti Mandala Denpasar, Jl. Raya Puputan. Museum ini dibangun dengan meniru mentuk bajra yang sering digunakan oleh pemangku/sulinggih. Museum ini dibangun di atas tanah seluas 13,8 hektar dengan luas gedung 70 x 70 meter. Museum ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003.
Museum ini menjadi simbol masyarakat Bali untuk menghormati para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman, serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter.
Bentuk museum ini diambil berdasarkan cerita Hindu pada saat Pemutaran Gunung Giri Mandara oleh Para Dewa dan Raksasa guna mendapatkan Tirta Amertha atau Air Suci Kehidupan.
Dinamakan Museum Bajra Sandi karena bentuk museum ini seperti Bajra atau Genta yang dipakai oleh para pemimpin Agama Hindu dalam mengiringi pengucapan japa mantra pada saat melakukan upacara Agama Hindu. Adapun bagian-bagian yang penting dalam museum ini adalah sebagai berikut :
·         Bangunan Museum yang menjulang melambangkan Gunung Giri Mandara.
·         Guci Amertha dilambangkan dalam bentuk Kumba (periuk) tepat bagian atas museum.
·         Naga yang melilit museum melambangkan Naga Basuki yang digunakan sebagai tali dalm pemutaran Giri Mandara.
·         Kura-kura yang terdapat di bagian bawah museum merupakan simbul dari Bedawang Akupa yang digunakan sebagai alas pemutaran Giri Mandara.
·         Kolam yang terdapat disekeliling museum merupakan simbul dari Lautan Susu yang mengelilingi Giri Mandara tempat beradanya Air Suci Kehidupan atau Tirtha Amertha.

4)           Tanjung Benoa
Tanjung Benoa yang terletak di ujung timur "sepatu" pulau Bali, merupakan salah satu tujuan wisata air yang cukup lengkap. Berbagai sarana olahraga air disediakan disini seperti, banana boat, snorkling, flying fish, parasailing dan jetski. Uniknya olahraga surfing yang banyak dijumpai di pantai-pantai lain dari pulau bali, justru tidak tersedia di objek wisata ini, hal ini dikarenakan ombak yang ada dilokasi wisata ini cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olah raga surfing.
Harga yang dikenakan kepada pengunjung untuk menikmati berbagai sarana olahraga air tersebut berkisar antara 150 ribu hingga 200 ribu. Dengan harga tersebut secara tertulis disebutkan bahwa pengunjung bisa menikmatinya dalam kurun waktu 10-15 menit. Namun kenyataan yang saya alami hanyalah sekitar 5 menit. Mungkin dikarenakan saat itu antrian pengunjung yang ingin mencoba cukup banyak sehingga jatah waktu dikurangi cukup drastis. Bahkan beberapa turis luar, nampak berusaha menyela antrian mengingat mereka merasa membayar lebih mahal dibandingkan turis lokal.
Flying fish merupakan bentuk olahraga air yang baru pertamakali ini saya lihat. Terdiri dari sebuah perahu dari karet yang hanya berkapasitas dua orang dengan satu orang petugas yang duduk ditengah sebagai penyeimbang. Penumpang tidur terlentang diperahu yang kemudian ditarik dengan speedboat kecepatan tinggi. Akibatnya, perahu menjadi terangkat dan terbang diatas air pada ketinggian 10-15 meter. Selama berada diudara, petugas yang duduk ditengah akan berusaha menyeimbangkan perahu tersebut agar terhindar dari kemungkinan berputar atau terbaliknya perahu karena hembusan angin yang tentunya bisa berakibat fatal bagi pengguna. Mengingat terdapat tiga orang dalam perahu, terkadang bisa terjadi kasus dimana perahu karet tersebut tidak bisa terbang, karena dibutuhkan selain kecepatan speedboat yang tinggi juga hembusan angin yang cukup kuat untuk bisa menerbangkannya. Seorang rekan yang kurang beruntung mengalami kejadian ini, akibatnya apa yang dialami tidak lain cuman sekedar punggung yang terhempas-hempas oleh permukaan air laut, tanpa mengalami sensasi "flying fish" yang seharusnya.
Selain olahraga air, pengunjung juga bisa mengunjungi pulau penyu yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalan dengan menggunakan perahu yang bisa disewa dilokasi. Pulau penyu merupakan tempat pengembangbiakan berbagai spesies penyu yang hampir punah. Dilokasi ini pengunjung bisa melihat langsung dan bertanya-tanya seputar hal proses pengembang biakan penyu. Penyu-penyu yang ada dipisahkan diberbagai tempat berdasarkan ukuran tubuhnya. Ada yang masih berukuran jari hingga yang cukup besar dengan berat hingga puluhan kilo. Di pulau ini juga terdapat berbagai binatang lain seperti ular, kelelawar dan burung langka (???) yang dimungkinkan bagi pengunjung untuk memegang sekedar mengambil gambar/foto.







5)           Pura Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.
Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.[1]
Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.
Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.[2]
Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain keindahan alam Bali yang memang amat cantik.

6)           Pusat Souvenir Khas Bali
 KARANG KURNIA adalah pusat oleh-oleh di pulau bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. berawal dari studi bandingnya di toko oleh-oleh Ia mencoba berbisnis sendiri. karang kurnia memiliki beberapa cabang, yaitu:
1. jalan cargo 99x denpasar bali
2.jalan gatot subroto xx denpasar bali

di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.
pasar karang kurnia lebih murah dibanding pasar lain di bali. dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung merasa nyaman.

7)           Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.
Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.
Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.
Kuta yang terletak di bagian selatan pulau Bali, merupakan salah satu cikal bakal perkembangan pariwisata Bali. Dulunya tempat ini merupakan perkampungan nelayan Bali dan seiring berkembangnya pariwisata Indonesia dan Bali khususnya, penduduk lokal mulai menyewakan rumah pribadi untuk disewakan sebagai tempat penginapan.
Sekarang kawasan Kuta telah berkembang menjadi ikon pariwisata Bali atau lebih dikenal dengan sebutan International city karena merupakan tempat bertemunya wisatawan dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal.
Dilihat dari segi fasilitas Kuta memiliki fasilitas yang lengkap. Penginapan atau hotel, restoran, spa dan pendukung pariwisata lainnya banyak ter dapat di sini.
Pantai Kuta merupakan tempat wisata yang banyak dipilih untuk menghabiskan liburan selama di Kuta. Pantai dengan pasir putih ini dipilih sebagai tempat olahraga surfing dan juga sangat cocok untuk tempat bersantai sambil menantikan indahnya sunset pantai Kuta. Tidak salah ribuan wisatawan selalu memadati pantai ini.
Atraksi lain yang bisa dinikmati di Kuta diantaranya Waterbom Bali, Bali Slingshot atau juga Bungy Jumping.






8)           Pusat Oleh-oleh Makanan Khas Bali
 Cening Ayu adalah sebuah toko yang menjual oleh-oleh khas Bali/pusat oleh-oleh khas Bali. Cening Ayu berasal dari kata Cening berarti “Gadis” dan Ayu berarti “Cantik”. Jadi Cening Ayu artinya “Gadis yang Cantik”. Pusat oleh-oleh yang dijual di toko ini semua khas Bali ada berbagai aneka barang dan makanan yang dijual di pusat oleh-oleh ini misalnya : dodol salak, dodol sirsak, aneka makanan camilan, aksesoris dan baju dari banyak ukuran dan masih banyak lagi. Pembeli yang ingin beli makanan di toko Cening Ayu ada sample untuk mencicipi makanan yang ingin dibeli. Jadi yang beli makanan bisa memilih makanan sesuai selera, dan harganya mahal. Pusat oleh-oleh tersebut berada di pinggir jalan dan rumah yang kecil tetapi kalau sudah masuk ke dalam pusat oleh-oleh keadaannya luas dan penjual yang menjualnya lengkap dan berbagai macam barang, makanan, terdapat di pusat oleh-oleh tersebut. Pusat oleh-oleh ramai pengunjung yang ingin membeli khas Bali.

9)           Tari Barong
Tari Barong adalah pertunjukan seni paling populer dan diminati oleh wisatawan di Bali seperti Tari Kecak Uluwatu. Belum lengkaplah liburan ke Bali, sebelum menonton pertunjukan seni berkualitas ini.
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.
Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

10)       Pusat Kaos Joger
Salah satu souvenir yang tidak terlupakan saat berkunjung ke Bali adalah berkunjung ke Pabrik Kata-Kata Joger yang berada di daerah Kuta, Bali. Sebuah tempat penjualan souvenir seperti t-shirt dan aneka souvenir lainnya.
Demi mengenang kebaikan Mr. Gerhard Seeger yang memberikan dana sebesar US $ 20.000 sebagai hadiah pernikahan JOseph Theodorus Wulianadi. Nama JOGER (huruf E-nya dibaca seperti “E” dalam menyebut “ENAK” atau “EKONOMI“) itu adalah penggabungan antara 2 huruf nama depan JOseph Theodorus Wulianadi dengan 3 huruf nama depan Mr. GERhard Seeger, di mana di samping memang benar-benar berbunyi baru (Source:jogerjelek.com).
Ketika memasuki pintu masuk outlet Joger, setiap pengunjung disapa dengan ramah dan ditempel sebuah stiker di bajunya sebagai tanda masuk outlet. Namun sebelum masuk anda harus bersabar menunggu giliran masuk karena didalam outlet dipenuhi pembeli.
Ada beberapa ruangan di dalam outlet, ada sebuah ruangan yang khusus memanjang berbagai macam t-shirt, ada sebuah ruangan yang memajang berbagai souvenir seperti mug, sandal, hiasan dinding, serta sebuah oleh-oleh unik berupa jam terbalik. Jam terbalik inilah menjadi salah satu oleh-oleh khas Joger karena satu-satunya tempat yang menjual jam terbalik di Indonesia.
Layaknya kaos Jangkrik85, Joger memberikan ciri khas tersendiri yaitu dengan desain kata-kata aneh dan unik. Selain itu sudah banyak jenis merchant yang ditawarkan. Namun perlu diingat bahwa Joger tidak dibuka cabang di tempat lain dan hanya di jual di Pabrik Kata-Kata Joger yang terletak di Kuta, Bali. Nah, selamat membeli oleh-oleh. Anda juga harus siap-siap kecewa karena stok terbatas dan beberapa ukuran terlalu besar buat tubuh anda






11)       Danau Bedugul
Bedugul adalah sebuah obyek wisata di Bali yang terletak di daerah pegunungan yang memiliki suasana sejuk dan nyaman, bisa menikmati keindahan danau Beratan dan Pura Ulun Danu, terletak di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Jaraknya kurang lebih 70 km dari wilayah wisata Kuta/ Bandara Ngurah Rai. Bangunan yang terdapat di areal wisata Bedugul ini merupakan bangunan tempo dulu dan terbilang kuno, tapi semua keadan fisiknya masih bersih dan tertata dengan rapi.
Terletak di dataran tinggi, menyebabkan tempat ini sangat sejuk dan kadang-kadang di selimuti kabut, keindahan alam pegunungan dan Danau Beratan yang bersih, di tengahnya ada sebuah pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan, akan sangat sayang sekali kalau di lewatkan
Wisatawan bisa menikmati waktu santai dengan jalan kaki, menyewa perahu, banyak wisatawan nusantara berkunjung kesini pada waktu musim liburan. Ada Kebun Raya di Bedugul yang merupakan satu satunya di Bali, berbagai jenis buahan-buahan dan sayur mayur tumbuh dengan subur di daerah ini. Penduduk setempat menjual hasil kebunnya di pasar setempat dan juga di jual ke daerah lain di Bali.

Disini juga disiapkan kapal boat atau sampan yang disewakan bagi pengunjug untuk lebih menikmati keindahan Danau Beratan. Di areal wisata terdapat kios-kios kecil untuk keperluan oleh-oleh bagi keluarga.









BAB III
PENUTUP


A.   Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berusaha membuat kesimpulan, meskipun masih jauh dari kesempurnaan semoga tidak mengurangi makna dan isi karya tulis ini. Maka dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.         Pulau Bali kaya akan seni dan budayanya
2.         Masyarakat Bali masih memegang teguh adat dan kepercayaannya
3.       Pulau Bali dapat dijadikan tempat belajar dan wisata
B.   Saran – Saran
Saran yang diberikan penulis kepada pembaca antara lain sebagai berikut;
1.     Hendaknya pelaksanaan study tour dilaksanakan pada liburan sekolah.
2.     Hendaknya dalam pelaksanaan study tour disesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat. Sehingga objek wisata yang rencananya ingin dikunjungi dapat dicapai tanpa mengorbankan salah satu objek dan waktu.
3.     Pembimbing lebih tegas dalam mengkoordinasi siswa agar terkondisikan.
4.    Untuk kunjungan tempat wisata agar hendaknya waktun diperpanjang, agar
para peserta dapat memperoleh banyak informasi sekaligus puas menikmati objek tersebut.











DAFTAR PUSTAKA

http://baliterkini.wordpress.com/2009/09/05/gambaran-umum-daerah-bali/
http://djavalatte.blogspot.com/2011/01/monumen-bajra-sandhi-merupakan-monumen.html






































0 komentar:

Posting Komentar