Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 05 Desember 2011

" CINTAKU DI TANGGAL 11 JANUARI "





" CINTAKU DI TANGGAL 11 JANUARI "


Pagi hari yang cerah dimana udara pagi yang menyegarkan badan dan kabut yang menghiasi pagi hari mengawali aktivitasku di pagi hari. Seperti biasa pagi hari ini aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah setelah libur panjang semesteran

Sesampainya di sekolah aku langsung berkumpul dengan teman-temanku. Kami langsung berbagi cerita libur panjang semesteran. Aku bertanya pada sahabatku yang bernama Silva.
“Sil pergi berlibur kemana? “Tanyaku sambil menepuk pundak Silva.
“Aku berlibur ke Eropa dong “jawab Silva sambil tertawa kecil
“Apa.. ke eropa yang benar Sil? “Tanyaku dengan muka penasaran.
“Ya..benerlah “jawab silva sambil tertawa .
“Oke kalau kamu benar ke eropa,  kamu di sana makan apa saja....? “tanyaku
“Aku di sana makan tahu gejrot..”jawab Silva.
Secara bersamaan aku dan teman-teman tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Silva.
“Emang di eropa ada tahu gejrot?..”tanyaku sambil terawa
“Enggak-nggak aku selama libur sekolah nggak pergi kemana-mana aku Cuma di rumah aja. “ Jawab Silva dengan muka serius.
“Iya-iya percaya aku kalau kamu Cuma di rumah aja...”kataku.

Setelah kami tertawa terbahak-bahak akhirnya kami duduk ke kursi masing-masing dan tidak lama kemudianwali kelas kami yang bernama Ibu Sintia datang ke kelas.
“Assalammualaikum Wr.Wb....”kata Ibu Sintia
“Waalaikum salam Wr.Wb “Jawab anak-anak
“Apa kabar anak-anak? “Tanya Ibu Sintia
“Baik Bu...”jawab anak-anak
“Gimana liburan kalian semua..?”tanya Ibu Sintia
“Seru dan mengasikan Bu...”jawab anak-anak
“Baik kalau begitu karena ini hari pertama kalian masuk sekolah jadi belum mulai kegiatan  belajar mengajar “ kata Ibu Sintia.
Yeeee...anak-anak berteriak kegirangan
“ baik terima kasih sekarang kalian boleh pulang “kata Ibu Sintia.
“Iya bu..”jawab anak-anak dengan semangat karena baru pukul sembilan
pagi aku putuskan untuk tidak langsung pulang dan aku bermain ke rumah Silvia.
Sesampainya di rumah Silva aku langsung duduk di kursi yang ada di teras rumah Silvia, kami pun bercanda dan mengobrol.
“Ehhh...Sil rumah kamu kotor sih, pasti kamu nggak pernah nyapu ya...?” tanyaku.
“Enak aja aku setiap hari nyapu kok.” Jawab Silvia.
“Kok masih kotor sih.”
“Yee..ini karena kamu datang kesini makanya kotor...hehehe”
“Ah kamu bisa aja Sil....”jawabku
“Emang bener kok..”kataku.
“Terserah apa katamu deh sil...”jawabku.

Karena hari itu cuaca cukup panas aku dan Silva membeli Es dan saat aku duduk sendirian di kursi yang ada di teras Silva. Secara tiba-tiba kakaknya Silva datang dan langsung menegurku.
“Hay...”kata kakaknya Silva
“Hay juga..”kataku dengan muka yang sedikit agak malu.
“Kamu temenya Silva ya..?” tanya kakanya Silva
“Ia ni kak...”kataku
“Boleh kenalan apa nggak....?”tanya kakanya Silva sambil mengulurkan tangan
“Ia boleh kak..Namaku Riska kak. Kalau kakak namanya siapa..? “kataku
“Kalau nama kakak Delon, kamu sekolah kelas berapa Ris. “ Kata delon.
“Aku sudah kelas 3 SMA kak...”kataku.
“Satu kelas ya sama Silva....?” kata delon
“Iya kak dari kelas 1-3 kami selalu satu kelas, Kalau kakak sudah kerja atau masih kuliah..?” kataku
“Kalau kakak sih masih kuliah Ris...”
“Kuliah di mana kak...? “tanyaku
“Kuliah di UGM ....ris”
Di tengah perbincanganku dengan Delon, Silva pun datang dan dia langsung ke dapur untuk membuat es teh manis. Dan tidak lama kemudian Silva kedepan dengan membawa es teh.
Saat itu Delon langsung meminumes teh itu yang membuat sangat malu delon dengan tiba-tiba mengucapkan..Hemmm es tehnya manis banget. Kayak kamu Riska, Sontak aku jadi salah tingkah mukaku jadi merah. Pokoknya amburadul deh...
“Kamu kenapa Ris...?” Tanya Delon
“Nggak apa-apa kok Kak...”jawabku
“Yang bener...?” tanya delon
“Iya bener kak...”Jawabku
“Iya udah silahkan di minum es tehnya..!”
“Iya kak...makasih”
Karena  hari sudah mulai sore aku bergegas untuk pulang.
“Sil ayuk anterin aku pulang...”kataku.
“Maaf aja ris. Lihat ban motorku bocor..tadi waktu di jalan karena kena paku.” Kata silvia.
“Waduuuh gimana nih...” kataku dengan muka bingung.
“Ya dah biar aku aja yang ngater ya Ris..?”
“Nggak usah kak..”kataku.
“Udah biar di anter kak Delon aja ya ris ?” kata silva.
“Tapi sil...”kataku.
“Udah ini juga sudah mau hujan lo...”kata Silva.
“Ya udah deh..” kataku sambil naik motornya Delon.
“Aku pulang dulu ya sil..” kataku sambil berpamitan dengan Silva.
“Iya ris..”kata Silva.
Baru sampai setengah jalan, hujan sudah turun dengan derasnya dan kami putuskan untuk berteduh di sebuah warung itu aku dan kak Delon berbincang-bincang.
“Wah gimana nih Ris hujanya deras banget nih..?” tanya delon.
“Ya udah kak tunggu aja sampai reda.” kataku.
“Rumah kamu masih jauh nggak ris.” Tanya Delon.
“Ya lumayan kak..”kataku.
“Berapa kilo lagi..?” tanya delon
“Ya..sekitar 5 kilo lagi kak...”jawabku
“Wah..hujanya kok nggak eda ya ris..”kata Delon
“Iya ni kak....” kataku.

Setelah kami berteduh selama satu jam akhirnya hujanpun reda.
“Hujanya sudah reda ni kak..”kataku
“Iya ris....ya udah sekarang ayo kita pulang...”kata Delon sabil menaiki motornya.
“Kamu pegangan yang kuat ya ris? Kakak mau ngebut nih.“ Kata delon sambil memakai helmnya.
“Iya kak...”jawabku. sambil memegang perutnya Delon.
Langsung deh kak Delon tancap gas dan Wuuusshh...melaju dengan kencangnya motonya. Aku sebenarnya ketakutan sekali, tetapi aku nggak berani bilang sama kak Delon kalau aku sebenarnya takut kalau naik motor terlalu ngebut-ngebut.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit akhirnya aku sampai di depan rumahku dalam keadaan baju agak basah karena mash agak gerimis.
“Kak Delon ayo masuk dulu ganti baju dulu “kataku sambil memegang tangan kak Delon.
“Nggak usah Ris aku langsung pulang aja...”kata kak Delon sambil bersiap-siap untuk tancapgas.
“Ya udah hati-hati ya kak gak usah ngebut-ngebut “kataku sambil senyum.
“Iya , kamu juga cepet mandi keringin badan ya biar nggak masuk angin..”kata kak Delon.
“Iya kak..”kataku.
“Ya udah aku pulang duluya ris..”kata kak Delon sambil tersenyum
“Iya kak ...”kataku sambil bergegas untuk masuk ke dalam rumah.

Sampai di dalam rumah aku langsung mandi, setelah mandi aku dengan ayah dan ibuku makan malam. Menu makan malam keluarga malam hari ini hanya sup dan kerupuk saja. Dan pada saat akau selesai makan aku bergegas ke kamar, tapi baru mau berdiri saja tiba-tiba ayahku tanya padaku.
“Ris siapa yang tadi ngaterin kamu..?” tanya ayah dengan muka yang serius.
“Itu kakaknya siva yah...”kataku.
“Yang bener kamu..?”tanya ayahku dengan sedikit membentak.
“Ya bener yah...mana berani aku berbohong kepada ayah..”jawabku.
“Ya gimana ceritanya kok kamu bisa di anter kakaknya Silva.?”tanya ayah.
“Gini yah, sebenarnya tadi aku minta di anter silva , tapi karena ban motornya silva bocor dan hari sudah sore mau hujan lagi. Akhirnya aku di anterin kakanya silva yah “kataku...sambil menatap ayah.
“Ya sudah ..tapi inget ya ris kamu boleh pacaran saat usiamu sudah 17 tahun.”
“Iya ayah...”kataku sambil senyum.
“Ya udah sekarang belajar sana...” kata ayahku
“Iya yah...”kataku sambil berjalan menuju kamar.

Habis belajar aku bergegas untuk ambil air wudlu dan sholat isak dan setelah salat isak aku segera tidur, tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur karena kepikiran kak Delon terus aku selalu terbayang-bayang wajahnya terus.
Sekitar pukul sepuluh aku baru bisa tidur dengan nyeyak. Tepat pukul lima pagi aku bangun dan sholat subuh kemudian merapikan tempat tidurku dan mandi, Sarapan dan pukul setengah tujuh pagi aku berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah aku bersamaan menuju kelasku dan bergabung dengan teman-teman yang lain. Tidak lama kemudian Silva datang. Dia langsung menariku dan duduk bersama. Dia mengatakan bahwa kak Delon minta nomor Hpku.
“Eh ris kak Delon minta nomor Hpmu, gi mana boleh nggak?” Tanya Silva.
“ Buat apa..?” kataku.
“Ya nggak tahu, tapi dia minta tuh, gimana?” tanya Silva.
“Ya udah kasih aja Sil...”Kataku
“Oke ada PR nggak nih ris..?”tanya silva
“Ya nggak lah” kataku.
Pukul tujuh tepat bel tanda masuk sudah berbunyi aku dan teman-teman mempersiapkan buku dan tidak lama kemudian pak sugeng guru kimia sudah masuk ke kelas,  kami memulai pelajaran sampai pukul sembilan.
Pukul sembilan tepat Bel tanda istirahat berbunyi aku dan silva tetap duduk di kelas karena sedang males ke katin . aku dan silva pun mengobrol.
“Eh ris, bukanya dua hari lagi kamu ulang tahun..”Tanya silva.
“Iya nih sil, tapi ayahku bilang pestaku kali ini hanya pesta kecil-kecilan aja”. Jawabku.
“Ya nggak apa-apa lah ris, “kata riska
“tapi siapa aja yang akan aku undang sil”
“ aku bingung nih.? “Tanyaku.
“Ya terserah yang penting aku di undang ya..?” Tanya silva sambil tersenyum.
“ Iya kamu kan sahabatku, masak nggak ku undang sih sil,” kataku.
“Oke deh” kata silva sambil tersenyum.

Tet...tet...tet...bel tanda masuk sudah berbunyi semua teman-temanku sudah masuk ke kelas dan duduk di tempat duduk masing-masing san mempersiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya. Tak lama kemudian guru yang mengajar di kelasku sudah datang kami mulai pelajaran.
Tet...tet bel tanda istirahat ke dua berbunyi aku dan silva pun bergegas ke masjid untuk sholat dhuhur setelah sholat aku dan silva berjalan menuju kelas. Sekitar pukul dua siang bel tanda pulang sekolahs udah berbunyi, aku dan silva segera pulang.
“Ayo sil kita pulang” kataku.
“Ayo ris” kata silva sambil berdiri dari kursinya.
“Eh ris kak Delon nanti sore mau ngajak jalan-jalan tu..”kata silva.
“Ke mana...?” tanyaku.
“Ya nggak tahu aku, gimana mau nggak...?” tanya silva.
‘Ya dah aku mau...”jawabku.
“Oke nanti pukul empat kak Delon akan menjemput kamu.” Kata silva.
“Iya silva bilangin sama kak Delon jangan telat ya” kataku.
“Iya ris santai aja,” kata Silva.

Sekitar pukul tiga sore aku baru sampai di rumah. Sampai di rumah aku segera ganti baju, cuci tangan dan kaki kemudian aku makan. Sesudah makan aku segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi dengan kak Delon. Pukul empat tepat kak Delon sudah ada di depan rumah aku.
“Ayo ris “kata Delon.
“ Iya kak “kataku sambil naik ke motornya kak delon

Setelah perjalanan sekitar setengah jam akhirnya aku dan kak Delon sampai di tempat tujuan yaitu di taman. Aku dan kak Delon segera duduk dan ngobrol.
“Kamu cantik banget sih Ris.” Kata kak Delon.
“Makasih kak” jawabku dengan muka menunduk.
“Kamu haus nggak?” Tanya kak delon.
“Iya nih haus banget,” jawabku.
“Ya udah kakak beli minum dulu ya..”kata delon.
“Iya kak cepetan ya kak... “ Kataku.
Tidak lama kemudian kak Delon datang dengan membawa minuman.
“Ini ris minumanya” kata kak Delon.
“Iya makasih ya kak,” kataku
“Iya sama-sama...”kata kak Delon.
Kami minum minuman itu, karena bingung mau ngundang siapa aja ke ulang tahunku jadi aku putuskan untuk mengundang kak Delon.
“Eh..kak Delon besok malem mau datang nggak ke acara ulang tahun aku? Jadi tamu istimewa tentunya” tanyaku.
” Tentu saja kakak mau lah ris.” Jawab delon.
“Bener ya kak ?” tanyaku.
“Iya kakak janji” kata kak Delon
“Oke deh “kataku.
Karena hari sudah menjelang malam aku dan kan Delon pulang. Hari yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga malam itu pesta ulang tahunku sudah di mulai dan yang paling membuat aku bahagia kak Delon juga datang ke pestaku. Itu saat semua orang yang ada sedang minum minuman yang sudah di sediakan oleh keluargaku. Aku dan kak Delon asyik mengobrol berdua.
“Gimana nih ris perasaanmu..?” tanya kak Delon
“Bahagia banget aku kak,” jawabku.
“Wah sudah 17 tahun nih, sudah boleh pacaran dong...?” tanya kak Delon.
“Ya boleh kak, tapi masalahnya ada cowok yang mau sama aku nggak kak?” Tanyaku
“Ya ada lah ris...”kata kak Delon.
“Siapa....?” tanyaku.
“Kakak ris, sejak kakak bertemu pertama kali kakak sudah jatuh cinta sama kamu ris,” kata kak Delon.
“Yahhh....kakak nggak usah bercanda deh,” kataku
“Kakak serius ris, kamu mau apa nggak jadi cewek kakak..?” tanya Delon sambil memegang tanganku.
“Iya kak aku mau...”jawabku.
“Kamu nggak sedang bercanda kan Ris...?” tanya kak Delon.
“Tidak kak aku juga cinta sama kakak,” kataku 
“Yess...,.. jadi sekarang kamu jangan panggil aku kakak, tapi panggil aku sayang.”
“ Iya Delon sayang... “ kataku.
“Riska cepat kesini acara sudah akan di mulai “ kata ibuku.
“Iya Bu..”kataku.
“Ayo sayang kita ke sana...”sambil menarik Delon.
“Iya sayang...”kata Delon.
Sesampainya di depan kue acara tiup lilin pun di mulai, Sebelum aku meniup lilin itu aku berdo’a agar hubunganku dengan Delon bisa langgeng. Setelah itu aku meniup lilin dan selanjutnya acara potong kue, Potongan pertama aku kasih kepada kedua orang tuaku yang selama ini merawatku, menyayangiku dan mendidiku dengan baik. Potongan selanjutnya ku kasihkan ke Delon orang yang sangat aku sayangi dan cintai, Pada saat aku menyuapi kue ke Delon semua orang bertepuk tangan dan pada malam hari itu juga aku mengumumkan bahwa Delon dan aku sudah menjadi sepasang kekasih.
“Selamat ya ris “ kata semua orang yang ada di pestaku malam itu.Temen-temen, papa, mama,om, tante pokoknya semua yang ada di sini aku mau umumkan bahwa aku sekarang sudah mempunyai seorang pacar.
“ Siapa ris pacar kamu..?” tanya Silva dengan muka penasaran.
“Masak kamu nggak tahu sih,” kataku.
“Nggak tuh ris, kalau aku tahu ngapain aku nanya ma kamu,” kata silva.
“ Iya pacarku adalah orang yang ada di sampingku,” kataku.
“Maksud kamu kak Delon ris..?” tanya silva.
“Iya Silva...”kataku.
“Ya udah selamat ya...awas kalau kamu sampai menyakiti hati kakaku.”
“Iya sil , tenang aja aku nggak akan menyakiti hati kakak kamu, karena aku sangat mencintainya.”
“Aku percaya...”kata silva
“Selamat ya ris,” kata semua orang yang ada di pestaku malam itu. Malam itu aku sangat bahagia sekali di hari ulang tahun aku yang ke 17 yang jatuh di tanggal 11 Januari aku di tembak seorang cowok yang sangat aku cintai.

0 komentar:

Posting Komentar