![]() |
Pagi
hari yang cerah dimana udara pagi yang menyegarkan badan dan kabut yang
menghiasi pagi hari mengawali aktivitasku di pagi hari. Seperti biasa pagi hari
ini aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah setelah libur panjang semesteran
Sesampainya
di sekolah aku langsung berkumpul dengan teman-temanku. Kami langsung berbagi
cerita libur panjang semesteran. Aku bertanya pada sahabatku yang bernama
Silva.
“Sil pergi berlibur kemana? “Tanyaku sambil menepuk
pundak Silva.
“Aku
berlibur ke Eropa dong “jawab Silva sambil tertawa kecil
“Apa..
ke eropa yang benar Sil? “Tanyaku dengan muka penasaran.
“Ya..benerlah
“jawab silva sambil tertawa .
“Oke
kalau kamu benar ke eropa, kamu di sana
makan apa saja....? “tanyaku
“Aku
di sana makan tahu gejrot..”jawab Silva.
Secara bersamaan aku dan
teman-teman tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Silva.
“Emang
di eropa ada tahu gejrot?..”tanyaku sambil terawa
“Enggak-nggak
aku selama libur sekolah nggak pergi kemana-mana aku Cuma di rumah aja. “ Jawab
Silva dengan muka serius.
“Iya-iya
percaya aku kalau kamu Cuma di rumah aja...”kataku.
Setelah
kami tertawa terbahak-bahak akhirnya kami duduk ke kursi masing-masing dan
tidak lama kemudianwali kelas kami yang bernama Ibu Sintia datang ke kelas.
“Assalammualaikum Wr.Wb....”kata Ibu Sintia
“Waalaikum
salam Wr.Wb “Jawab anak-anak
“Apa kabar anak-anak? “Tanya Ibu Sintia
“Baik Bu...”jawab anak-anak
“Gimana liburan kalian semua..?”tanya Ibu Sintia
“Seru dan mengasikan Bu...”jawab anak-anak
“Baik kalau begitu karena ini hari pertama kalian
masuk sekolah jadi belum mulai kegiatan belajar
mengajar “ kata Ibu Sintia.
Yeeee...anak-anak
berteriak kegirangan
“ baik terima kasih sekarang kalian
boleh pulang “kata Ibu Sintia.
“Iya bu..”jawab anak-anak dengan
semangat karena baru pukul sembilan
pagi aku putuskan untuk tidak langsung
pulang dan aku bermain ke rumah Silvia.
Sesampainya
di rumah Silva aku langsung duduk di kursi yang ada di teras rumah Silvia, kami
pun bercanda dan mengobrol.
“Ehhh...Sil rumah kamu kotor sih, pasti kamu nggak
pernah nyapu ya...?” tanyaku.
“Enak
aja aku setiap hari nyapu kok.” Jawab Silvia.
“Kok
masih kotor sih.”
“Yee..ini
karena kamu datang kesini makanya kotor...hehehe”
“Ah
kamu bisa aja Sil....”jawabku
“Emang
bener kok..”kataku.
“Terserah
apa katamu deh sil...”jawabku.
Karena
hari itu cuaca cukup panas aku dan Silva membeli Es dan saat aku duduk
sendirian di kursi yang ada di teras Silva. Secara tiba-tiba kakaknya Silva
datang dan langsung menegurku.
“Hay...”kata kakaknya Silva
“Hay juga..”kataku dengan muka yang
sedikit agak malu.
“Kamu temenya Silva ya..?” tanya
kakanya Silva
“Ia ni kak...”kataku
“Boleh kenalan apa nggak....?”tanya
kakanya Silva sambil mengulurkan tangan
“Ia boleh kak..Namaku Riska kak.
Kalau kakak namanya siapa..? “kataku
“Kalau nama kakak Delon, kamu
sekolah kelas berapa Ris. “ Kata delon.
“Aku sudah kelas 3 SMA kak...”kataku.
“Satu kelas ya sama Silva....?”
kata delon
“Iya kak dari kelas 1-3 kami selalu
satu kelas, Kalau kakak sudah kerja atau masih kuliah..?” kataku
“Kalau kakak sih masih kuliah
Ris...”
“Kuliah di mana kak...? “tanyaku
“Kuliah di UGM ....ris”
Di
tengah perbincanganku dengan Delon, Silva pun datang dan dia langsung ke dapur
untuk membuat es teh manis. Dan tidak lama kemudian Silva kedepan dengan
membawa es teh.
Saat
itu Delon langsung meminumes teh itu yang membuat sangat malu delon dengan
tiba-tiba mengucapkan..Hemmm es tehnya manis banget. Kayak kamu Riska, Sontak
aku jadi salah tingkah mukaku jadi merah. Pokoknya amburadul deh...
“Kamu kenapa Ris...?” Tanya Delon
“Nggak apa-apa kok Kak...”jawabku
“Yang bener...?” tanya delon
“Iya bener kak...”Jawabku
“Iya udah silahkan di minum es
tehnya..!”
“Iya kak...makasih”
Karena hari sudah mulai sore aku bergegas untuk
pulang.
“Sil ayuk anterin aku pulang...”kataku.
“Maaf aja ris. Lihat ban motorku
bocor..tadi waktu di jalan karena kena paku.” Kata silvia.
“Waduuuh gimana nih...” kataku
dengan muka bingung.
“Ya dah biar aku aja yang ngater ya
Ris..?”
“Nggak usah kak..”kataku.
“Udah biar di anter kak Delon aja
ya ris ?” kata silva.
“Tapi sil...”kataku.
“Udah ini juga sudah mau hujan
lo...”kata Silva.
“Ya udah deh..” kataku sambil naik
motornya Delon.
“Aku pulang dulu ya sil..” kataku
sambil berpamitan dengan Silva.
“Iya ris..”kata Silva.
Baru
sampai setengah jalan, hujan sudah turun dengan derasnya dan kami putuskan
untuk berteduh di sebuah warung itu aku dan kak Delon berbincang-bincang.
“Wah
gimana nih Ris hujanya deras banget nih..?” tanya delon.
“Ya
udah kak tunggu aja sampai reda.” kataku.
“Rumah
kamu masih jauh nggak ris.” Tanya Delon.
“Ya
lumayan kak..”kataku.
“Berapa
kilo lagi..?” tanya delon
“Ya..sekitar
5 kilo lagi kak...”jawabku
“Wah..hujanya
kok nggak eda ya ris..”kata Delon
“Iya
ni kak....” kataku.
Setelah kami berteduh selama satu
jam akhirnya hujanpun reda.
“Hujanya
sudah reda ni kak..”kataku
“Iya
ris....ya udah sekarang ayo kita pulang...”kata Delon sabil menaiki motornya.
“Kamu
pegangan yang kuat ya ris? Kakak mau ngebut nih.“ Kata delon sambil memakai
helmnya.
“Iya
kak...”jawabku. sambil memegang perutnya Delon.
Langsung
deh kak Delon tancap gas dan Wuuusshh...melaju dengan kencangnya motonya. Aku
sebenarnya ketakutan sekali, tetapi aku nggak berani bilang sama kak Delon
kalau aku sebenarnya takut kalau naik motor terlalu ngebut-ngebut.
Setelah
menempuh perjalanan sekitar 15 menit akhirnya aku sampai di depan rumahku dalam
keadaan baju agak basah karena mash agak gerimis.
“Kak Delon ayo masuk dulu ganti baju dulu “kataku
sambil memegang tangan kak Delon.
“Nggak usah Ris aku langsung pulang aja...”kata kak
Delon sambil bersiap-siap untuk tancapgas.
“Ya udah hati-hati ya kak gak usah ngebut-ngebut “kataku
sambil senyum.
“Iya , kamu juga cepet mandi keringin badan ya biar
nggak masuk angin..”kata kak Delon.
“Iya kak..”kataku.
“Ya udah aku pulang duluya ris..”kata kak Delon
sambil tersenyum
“Iya kak ...”kataku sambil bergegas untuk masuk ke dalam
rumah.
Sampai
di dalam rumah aku langsung mandi, setelah mandi aku dengan ayah dan ibuku
makan malam. Menu makan malam keluarga malam hari ini hanya sup dan kerupuk
saja. Dan pada saat akau selesai makan aku bergegas ke kamar, tapi baru mau
berdiri saja tiba-tiba ayahku tanya padaku.
“Ris
siapa yang tadi ngaterin kamu..?” tanya ayah dengan muka yang serius.
“Itu
kakaknya siva yah...”kataku.
“Yang
bener kamu..?”tanya ayahku dengan sedikit membentak.
“Ya
bener yah...mana berani aku berbohong kepada ayah..”jawabku.
“Ya gimana ceritanya kok kamu bisa di anter kakaknya
Silva.?”tanya ayah.
“Gini yah, sebenarnya tadi aku minta di anter silva
, tapi karena ban motornya silva bocor dan hari sudah sore mau hujan lagi.
Akhirnya aku di anterin kakanya silva yah “kataku...sambil menatap ayah.
“Ya sudah ..tapi inget ya ris kamu boleh pacaran saat
usiamu sudah 17 tahun.”
“Iya ayah...”kataku sambil senyum.
“Ya udah sekarang belajar sana...” kata ayahku
“Iya yah...”kataku sambil berjalan menuju kamar.
Habis
belajar aku bergegas untuk ambil air wudlu dan sholat isak dan setelah salat
isak aku segera tidur, tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur karena kepikiran
kak Delon terus aku selalu terbayang-bayang wajahnya terus.
Sekitar
pukul sepuluh aku baru bisa tidur dengan nyeyak. Tepat pukul lima pagi aku
bangun dan sholat subuh kemudian merapikan tempat tidurku dan mandi, Sarapan dan
pukul setengah tujuh pagi aku berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah aku
bersamaan menuju kelasku dan bergabung dengan teman-teman yang lain. Tidak lama
kemudian Silva datang. Dia langsung menariku dan duduk bersama. Dia mengatakan bahwa
kak Delon minta nomor Hpku.
“Eh ris kak Delon minta nomor Hpmu, gi mana boleh
nggak?” Tanya Silva.
“ Buat apa..?” kataku.
“Ya nggak tahu, tapi dia minta tuh, gimana?” tanya
Silva.
“Ya udah kasih aja Sil...”Kataku
“Oke ada PR nggak nih ris..?”tanya silva
“Ya nggak lah” kataku.
Pukul
tujuh tepat bel tanda masuk sudah berbunyi aku dan teman-teman mempersiapkan
buku dan tidak lama kemudian pak sugeng guru kimia sudah masuk ke kelas, kami memulai pelajaran sampai pukul sembilan.
Pukul
sembilan tepat Bel tanda istirahat berbunyi aku dan silva tetap duduk di kelas
karena sedang males ke katin . aku dan silva pun mengobrol.
“Eh ris, bukanya dua hari lagi kamu ulang tahun..”Tanya
silva.
“Iya nih sil, tapi ayahku bilang pestaku kali ini
hanya pesta kecil-kecilan aja”. Jawabku.
“Ya nggak apa-apa lah ris, “kata riska
“tapi siapa aja yang akan aku undang sil”
“ aku bingung nih.? “Tanyaku.
“Ya terserah yang penting aku di undang ya..?” Tanya
silva sambil tersenyum.
“ Iya kamu kan sahabatku, masak nggak ku undang sih
sil,” kataku.
“Oke deh” kata silva sambil tersenyum.
Tet...tet...tet...bel
tanda masuk sudah berbunyi semua teman-temanku sudah masuk ke kelas dan duduk
di tempat duduk masing-masing san mempersiapkan buku untuk pelajaran
selanjutnya. Tak lama kemudian guru yang mengajar di kelasku sudah datang kami
mulai pelajaran.
Tet...tet
bel tanda istirahat ke dua berbunyi aku dan silva pun bergegas ke masjid untuk
sholat dhuhur setelah sholat aku dan silva berjalan menuju kelas. Sekitar pukul
dua siang bel tanda pulang sekolahs udah berbunyi, aku dan silva segera pulang.
“Ayo
sil kita pulang” kataku.
“Ayo
ris” kata silva sambil berdiri dari kursinya.
“Eh
ris kak Delon nanti sore mau ngajak jalan-jalan tu..”kata silva.
“Ke
mana...?” tanyaku.
“Ya
nggak tahu aku, gimana mau nggak...?” tanya silva.
‘Ya
dah aku mau...”jawabku.
“Oke
nanti pukul empat kak Delon akan menjemput kamu.” Kata silva.
“Iya
silva bilangin sama kak Delon jangan telat ya” kataku.
“Iya
ris santai aja,” kata Silva.
Sekitar
pukul tiga sore aku baru sampai di rumah. Sampai di rumah aku segera ganti
baju, cuci tangan dan kaki kemudian aku makan. Sesudah makan aku segera mandi
dan bersiap-siap untuk pergi dengan kak Delon. Pukul empat tepat kak Delon
sudah ada di depan rumah aku.
“Ayo
ris “kata Delon.
“
Iya kak “kataku sambil naik ke motornya kak delon
Setelah
perjalanan sekitar setengah jam akhirnya aku dan kak Delon sampai di tempat
tujuan yaitu di taman. Aku dan kak Delon segera duduk dan ngobrol.
“Kamu
cantik banget sih Ris.” Kata kak Delon.
“Makasih
kak” jawabku dengan muka menunduk.
“Kamu
haus nggak?” Tanya kak delon.
“Iya
nih haus banget,” jawabku.
“Ya
udah kakak beli minum dulu ya..”kata delon.
“Iya
kak cepetan ya kak... “ Kataku.
Tidak
lama kemudian kak Delon datang dengan membawa minuman.
“Ini
ris minumanya” kata kak Delon.
“Iya
makasih ya kak,” kataku
“Iya
sama-sama...”kata kak Delon.
Kami
minum minuman itu, karena bingung mau ngundang siapa aja ke ulang tahunku jadi
aku putuskan untuk mengundang kak Delon.
“Eh..kak Delon besok malem mau datang nggak ke acara
ulang tahun aku? Jadi tamu istimewa tentunya” tanyaku.
”
Tentu saja kakak mau lah ris.” Jawab delon.
“Bener
ya kak ?” tanyaku.
“Iya
kakak janji” kata kak Delon
“Oke
deh “kataku.
Karena
hari sudah menjelang malam aku dan kan Delon pulang. Hari yang kutunggu-tunggu
akhirnya datang juga malam itu pesta ulang tahunku sudah di mulai dan yang
paling membuat aku bahagia kak Delon juga datang ke pestaku. Itu saat semua
orang yang ada sedang minum minuman yang sudah di sediakan oleh keluargaku. Aku
dan kak Delon asyik mengobrol berdua.
“Gimana
nih ris perasaanmu..?” tanya kak Delon
“Bahagia
banget aku kak,” jawabku.
“Wah
sudah 17 tahun nih, sudah boleh pacaran dong...?” tanya kak Delon.
“Ya boleh kak, tapi masalahnya ada
cowok yang mau sama aku nggak kak?” Tanyaku
“Ya
ada lah ris...”kata kak Delon.
“Siapa....?”
tanyaku.
“Kakak ris, sejak kakak bertemu pertama kali kakak
sudah jatuh cinta sama kamu ris,” kata kak Delon.
“Yahhh....kakak nggak usah bercanda deh,” kataku
“Kakak serius ris, kamu mau apa nggak jadi cewek
kakak..?” tanya Delon sambil memegang tanganku.
“Iya kak aku mau...”jawabku.
“Kamu nggak sedang bercanda kan Ris...?” tanya kak
Delon.
“Tidak kak aku juga cinta sama kakak,” kataku
“Yess...,.. jadi sekarang kamu jangan panggil aku
kakak, tapi panggil aku sayang.”
“ Iya Delon sayang... “ kataku.
“Riska cepat kesini acara sudah akan di mulai “ kata
ibuku.
“Iya Bu..”kataku.
“Ayo sayang kita ke sana...”sambil menarik Delon.
“Iya sayang...”kata Delon.
Sesampainya
di depan kue acara tiup lilin pun di mulai, Sebelum aku meniup lilin itu aku
berdo’a agar hubunganku dengan Delon bisa langgeng. Setelah itu aku meniup
lilin dan selanjutnya acara potong kue, Potongan pertama aku kasih kepada kedua
orang tuaku yang selama ini merawatku, menyayangiku dan mendidiku dengan baik.
Potongan selanjutnya ku kasihkan ke Delon orang yang sangat aku sayangi dan
cintai, Pada saat aku menyuapi kue ke Delon semua orang bertepuk tangan dan
pada malam hari itu juga aku mengumumkan bahwa Delon dan aku sudah menjadi
sepasang kekasih.
“Selamat
ya ris “ kata semua orang yang ada di pestaku malam itu.Temen-temen, papa,
mama,om, tante pokoknya semua yang ada di sini aku mau umumkan bahwa aku
sekarang sudah mempunyai seorang pacar.
“
Siapa ris pacar kamu..?” tanya Silva dengan muka penasaran.
“Masak
kamu nggak tahu sih,” kataku.
“Nggak
tuh ris, kalau aku tahu ngapain aku nanya ma kamu,” kata silva.
“
Iya pacarku adalah orang yang ada di sampingku,” kataku.
“Maksud
kamu kak Delon ris..?” tanya silva.
“Iya
Silva...”kataku.
“Ya udah selamat ya...awas kalau kamu sampai
menyakiti hati kakaku.”
“Iya sil , tenang aja aku nggak akan menyakiti hati
kakak kamu, karena aku sangat mencintainya.”
“Aku percaya...”kata silva
“Selamat
ya ris,” kata semua orang yang ada di pestaku malam itu. Malam itu aku sangat
bahagia sekali di hari ulang tahun aku yang ke 17 yang jatuh di tanggal 11
Januari aku di tembak seorang cowok yang sangat aku cintai.









0 komentar:
Posting Komentar