CINTANYA
BERPALING PADAKU
Oleh
Diyah Candra Nur W.
Icha
membanting tubuhnya di atas ranjang. Matanya berkaca-kaca, masih tidak percaya.
Rio, cowok dengan postur tinggi & item manis. Orang yang selama ini ia
kenal sebagai pacar dari Fina, salah satu sahabat karibnya. Dan dia tahu betul,
Fina sangat mencintainya, dengan segala cara Fina mati-matian untuk
mempertahankan cinta Rio. Tetapi, kejadian tak disangka tiba-tiba terjadi. Rio
menyatakan cinta padanya. Ini pasti akan menjadi sebuah dilema cinta.
“Aku
sayang kamu, aku cinta kamu..??”
“Apa
aku salah, Cha..??”
“Aku
rela memutuskan Fina, kenapa, itu karena aku tidak bisa membohongi perasaanku
padamu Cha”.
Kata-kata
itu selalu terngiang di telinganya. Beberapa jam yang lalu, Rio mengatakan
semua yang ada dalam hatinya. Masih tak habis pikir, merasa dunia tak adil.
Gadis yang sekarang duduk di bangku kelas XI SMA menangis sejadinya. Walaupun
tak mengeluarkan suara.
Ia
kehilangan semua moodnya untuk belajar. Untung besok adalah hari minggu, yang
dia anggap adalah hari kebabasan untuk meluangkan waktu dan membuang semua
kejenuhan yang dihadapi setelah disuguhi seabreg kegiatan dan pelajaran di
sekolah.
“Tuhan,
What happen with me..??”
Dalam
hati ia selalu bertanya-tanya.
“Arrrghhh,
kenapa semua ini terjadi padaku?”
“Apa
yang akan dikatakan Fina kepadaku jika ia tau semua ini. Apa yang akan
dikatakan oleh teman-temanku?”
“Aku
tak bisa, aku bukan perebut cowok orang !”
***
Lalu
ditelfonlah Dony, sahabat sekaligus sepupu. Yang dia anggap adalah sahabat yang
paling gokil dalam segala perbuatan juga aktivitasnya sehari-hari, yang paling
penting tentu bisa mengerti setiap dia berkeluh kesah padanya.
“Tuutt…
Tuutt… Tutt…”
“Hallo,
selamat malam, pembasmi serangga siap membantu anda”
“Kami
akan melayani anda seprofessional mungkin. Semua jenis serangga akan kami
basmi”. Hehehe….
Suara
bercanda Dony terdengar dari kejauhan. Tetapi ia belum bisa bicara, bibirnya
masih kaku untuk mengucapkan kata-kata. Suaranya serak, karena hampir dua jam
dia menangis.
“Hallo,
selamat malam, pembasmi serangga siap membantu anda”
“Kami
akan melayani anda seprofessional mungkin. Semua jenis serangga akan kami
basmi”. Hehehe….
Dony
mengulangi kata-katanya.
Dan
barulah ia mengucapkan kata-kata yang terdengar serak.
“Aku
mau curhat Don. Aku bingung, harus bagaimana..??”
Dan
langsung saja dony, dengan keisengannya menjawab.
“Wakh,,
ada yang salah nich. Minum obatnya ketuker sama racun tikus ya..??”
Dengan
nada memelas serta suara serak Icha menjawab.
“Serius
ini, ada waktu kan buat dengerin?”
Dengan
PD-nya dony langsung menjunjung tinggi rasa persahabatan & persaudaraan.
Tentu dengan versinya sendiri. “Ia… ia… maaf, buat sahabatku. Apa sich yang nggak..
hehe..??”
“Gini
don, kamu tahu Rio kan?”
“Ia,
tahu. Pacarnya Fina kan? Ada apa dengan dia?”
“Dia
tadi ke rumahku, dia bilang sangat mencintaiku, dia memaksa aku jadi pacarnya.”
“Yess..!!”
“Ko,
Yess. Eman
g kenapa?”
“Aku
bakal dapat traktiran makan gratis nich” hehehe
“Akkhh,,
Donyyyy… jangan bercanda dulu kenapa sich..?? Orang lagi serius juga”. Suara
memelas dan manja keluar dari mulut Icha.
“Ia,,
maaf lagi dech. Emang kenapa, toh kamu lagi jomblo, orangnya biarpun item
manis, cakep juga, lumayan lah?” kata Dony mencoba menghibur.
“Bukan
itu masalahnya, kamu nggak pernah tau kan kalau Fina sangat mencintai Rio..??
Dia mati-matian mempertahankan cinta hanya untuk seorang Rio. Kemarin ada 2
cwok yang nembak Fina, juga dia tolak”.
“Ooo…
begitu, terus mau bagaimana?”
“Aku
bingung, aku nggak tahu, apa yang harus aku lakukan”.
“Ya,
udah, besok aku temenin ke rumah Fina, nglurusin masalah ini baik-baik. OK?”
“Hah,,
apa kamu sudah gila. Mau bilang Fina ke aku. Bisa-bisa aku akan langsung kena
semprotan dari Fina?”. Sontak saja icha langsung mengeluarkan kata-kata
emosinya. Dengan santai dan bijaksananya dony menjawab.
“Terus…
mau sampai kapan kamu pendam? Kalau Fina sudah tahu pasti semuanya akan terasa
tenang & masalah clear. Mau nggak, kebetulan besok hari Minggu, aku juga
libur kerja. Kalau nggak mau ya sudah”.
Ichapun
bingung memikirkan semua itu. Mungkin sudah buntu pikirannya. Dan mau saja
mengikuti ajakan sahabatnya.
“Ia
dech, tapi kamu yang ngmong ya..??
“Lhoo.
Kok aku sih, yang punya problem kan kamu”
Lagi-lagi
icha dengan memelas dengan setengah merayu. Dia paling tahu kelemahan Dony.
Kalau dony tidak akan tega melihat orang kesusahan, apalagi seorang perempuan.
“Ayo
donk, please. Bantu aku, katanya sahabatku”
Dan
benarlah, dony langsung menyetujui permintaanya.
“Ya
udah, sekarang aku mau tidur dulu. Ngantuk banget.”
“He’Em,,
makasih don. Besok pagi langsung ke rumahku ya..??”
“Ia..ia..
aku pagi-pagi ke rumahmu. Udah ya, tinggal ½ watt nich. Bye…”
“Tut…tut…tut..”
Telponpun
diputuskan oleh Dony. Dengan setengah menggerutu. Huh, kebiasaan banget. Belum
dimatiin, udah dimatiin duluan.
Tetapi,
icha juga sangat tau kalau dony kecapean habis kerja seharian. Apalagi kerja di
bidang jasa, pasti sangat capek. Menghadapi 1001 macam karakter orang, tapi
selalu dia bisa membuat dirinya tersenyum seperti sekarang ini. Makanya dia
memasukkan dony ke daftar sebagai sahabat yang paling baik. Walaupun kadang
memang membuat kesal setengah mati.
Akhirnya,
ichapun mencuci mukanya yang lusuh oleh air mata telah kering. Lalu merebahkan
badan serta memejamkan mata. Karena Icha juga sangat capek, setelah seharian
diboombardir ulangan 3 mata pelajaran. Ditambah lagi Rio yang barusan membuat
dirinya kaget, hampir mencopot jantungnya.
Minggu
yang cerah adalah hari yang asyik bagi para kaum muda. Apalagi yang sudah punya
pasangan. Mereka pasti akan memanfaatkan momentum itu untuk sekedar
berjalan-jalan mungkin atau aktivitas lainnya, walaupun dalam 1 bulan ada 4
kali hari minggu, tetapi tidak ada bosannya menunggu hari minggu tiba. Tetapi,
tidak bagi Icha sekarang, yang sedang diberondong dengan sejuta masalah
baginya. Ketika dia bangun, sangat malas untuk beraktivitas. Padahal biasanya
hari minggu adalah hari yang paling istimewa dalam hari-harinya. Dengan langkah
lesuh, dia menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan sebelum dony datang. Icha
tidak mau, dony nyerocos menceramahinya ketika ia datang, belum sempat mandi.
Kemarin dony sudah berjanji akan datang pagi-pagi.
“Permisi…
tok… tok… tok…”.
Suara
dony berubah menjadi kakek-kakek, ketika mengetuk pintu untuk menemui Icha di
rumahnya. Dan langsung mama icha yang sedang berada di dapurpun langsung
bergegas membukakan pintu untuk tamunya. Ketika mamanya yang tak lain adalah
tantenya membukakan pintu.
“Ya
ampuuunnnn,,,, kamu lagi, kamu lagi don, gak ada kapoknya ya ngerjain tante”.
Dengan setengah kesal mama icha mengomeli ponakannya yang isengnya kadang
keterlaluan. Memang, tidak Cuma 1 kali mama icha tertipu dengan ulahnya dony.
Tapi, ya seperti biasa dony hanya melontarkan senyum khasnya untuk tantenya
itu, seolah tak mempunyai dosa sedikitpun.
“Hehehehe…
maaf, Tan. Ichanya ada..??”
“Awas,,
ya, sekali lagi..!! Ada, baru selesai mandi tuch”
“Yaudah
masuk, tante lagi masuk, ntar gosong lagi”
“Ia…
ia… ia… ngomel mulu, cepet tua tan. Hehehehe”
Lagi-lagi
dony membuat kesal kepada tantenya. Sehingga tantenya pun mengeluarkan
jurusnya.
“Ya
ampuunn,, ini anak satu. Berbalik sambil menjewernya”
“Peace…
Tan. Peace… Ampun !!” bujuk dony kepada tantenya agar melepaskan tangan dari
telinganya.
“Ada
apa sich, pagi-pagi dah ribut-ribut. Kayak anak kecil aja”. Tiba-tiba icha
muncul dari dalam.
“Udah-udah,
mama ke dapur lagi, gosong tuch masakan”, lalu mama ichapun kembali ke dapur
meninggalkan keponakannya yang super rese itu. Icha sudah tahu betul kelakuan
sepupunya kepada mamanya. Ichapun langsung meluruskan permasalahan kepada dony,
dan mengajak ke rumah fina.
“Jadi,
gimana..?? ke rumah fina sekarang..??” tanya icha kepada dony.
“Nggak,
besok aja sekalian” Dony menjawab dengan agak ketus, karena kesal.
“Hehehe…
ia.. ia.. ayo berangkat, jangan manyun begitu”, canda icha kepada dony.
Akhirnya mereka berdua menuju ke rumah fina.
Tapi
apa yang terjadi, tanpa disangka, tanpa direkayasa, dan di luar skenario, kalau
bahasa pertelevisian. Sesampainya di rumah fina, rio & fina sedang di ruang
berdua seperti larut dalam kesedihan. Ichapun melangkah lemas, ketika
dipersilahkan duduk oleh fina. Bagaimana tidak sahabat yang selama ini jadi
pendengar setia ketika icha sedang diberondong masalah dalam hidupnya. Sekarang
ia bersedih karena dilema yang menyangkut dirinya. 10 menit mereka berempat
membisu. Suasana menjadi sangat amat dramatis seperti di film Titanic ketika
Jack menyelamatkan kekasihnya Rose. Atau mungkin seperti Fahri di Ayat-Ayat
Cinta ketika dihadapkan kepada dua perempuan yang dicintainya. Dony anak super
resepun hanya diam ikut larut dalam suasana pagi itu.
“Cha…
aku akan ikhlas jika semua ini yang terbaik untuk rio, semua ini memang sudah
suratan. Kamu jauh lebih baik daripada aku. Please banget, bahagiain dia. Kita
akan tetap bersahabat. Aku hanya memohon 1 permintaan saja, jangan
pernah kau sakiti dia”. Fina memecah kebisuan sambil meneteskan air mata.
“Tapi
fin..??” belum selesai icha berpendapat, sudah dipotong dulu oleh Rio.
“Fin,
kamu percaya kan. Semua akan indah jika kamu menerimanya dengan tulus..?? Cinta
ini akan mengalir seperti air di sungai. Cinta ini akan abadi jika kamu memang
cinta dengan persahabatan ini. Fina sudah rela aku untukmu, aku tinggal
menunggu keputusanmu”.
Fina
tak mampu berkata-kata lagi, kepalanya berat tak tertahankan. Jiwanya seperti
akan keluar dari raganya.
Suara
teleponpun berdering, icha dengan setengah sadar mengambil dan melihat “Rio
memanggil..”. Icha baru sadar ternyata semua yang dialaminya adalah
mimpi. Jantungnya masih berdegup dengan kencangnya. Darahnya mengalir deras.
Keringat dinginpun keluar. Apakah ini pertanda akan mulainya segala mimpi itu.
Hanya Icha dan Tuhan yang tau.
***








0 komentar:
Posting Komentar