Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 05 Desember 2011

CINTA YANG MEMBISU


CINTA YANG MEMBISU 





Malam yang indah bulan bersinar terang, bintang – bintang bertaburan menghiasi langit malam, udara yang sejuk, dan semilir angina yang semridik.

Malam ini aku merasa senang sekali, hati ku berbunga – bunga dan hati ku ini serasa di hiasi beribu cahaya, seperti bintang dilangit saat handphone ku berbunyi dan aku mendapat satu pesan dari Doni yaitu ucapan selamat malam.
“Mlm…”

Hati ku bergetar rasanya ingin melayang diudara setelah mendapat pesan dari Doni, walaupun Cuma ucapan selamat malam saja. Dia teman sekelasku, dia orangnya pemalu dan akupun sudah lama naksir sama Doni, entahlah kenapa, aku bisa suka sama Doni, tidak ada yang dapat dibanggakan dari Doni, ganteng, juga enggak, apalagi pintar juga enggak. Tapi aku suka sifatnya yang pendiam itu. Dan juga sifat pemalunya itu. Awalnya aku tidak akrab sama dia, walaupun teman satu kelas aku jarang sekali boleh dikata tidak pernah berbicara sama dia apa lagi ngobrol belum pernah sama sekali.

Suatu malam Doni mengirimkan aku pesan lewat telephon seluler atau sering disebut Handphone. Tiap hari dia selalu menghubungi ku, entah itu, pagi, siang, sore, bahkan tengah malam di saat aku sudah pulas – pulasnya tidur. Dan kita menjadi akrab dia selalu menyapa ku kalau kita ketemu dimanapun dia selalu menyapa ku entah itu di dalam kelas, di tempat parkir ataupun dijalan tiba – tiba Handphone ku berbunyi tu…tu…tu… suara dari Hp ku. Setelah aku buka ternyata pesan baru dari Doni. Entah kenapa aku merasa senang sekali ketika aku mendapat sms dari Doni. Dan pesan itu sama persis yang dia kirim pada malam kemarin. Yaitu ucapan selamat malam yang bertuliskan.
”Mlm… dan dia juga bertanya kepada ku”
 “Gi apa nih”
“Aku tambah senang dengan pertanyaan itu dan beberapa lama kemudian akupun membalasnya”
“Mlm juga,, gw gi nuphy nic” itu lah jawaban ku yang ku kirim kepadanya, dia juga membalas pesan ku yang ku kirim kepadanya”
”Ooooo yaaaaa?”

Lama sekali kita smsannya dia membiri ku bermacam – macam pertanyaan mulai tugas sekolah sampai – sampai dia juga menanyakan film kesukaan ku. Aku diberikan pertanyaan – pertanyaan itu perasaan hati ku tambah tidak karuan.

Duhhhh… apakah ini yang dinamakan cinta… kalau ini bener – bener cinta yang kurasa saat ini, ini adalah cinta pertama yang pernah kurasakan dalam hidup ku.

Lala temanku mengetahui bahwa aku suka sama Doni.
“Ka, akhir – akhir ini kamu kok kayaknya senang banget sih”. Tanya Lala kepada ku.
“Ahh… masak?” kayaknya biasa – biasa saja dech, aku menjawab sambil senyum – senyum.
‘Enggak Siska, kamu aneh banget dech ada apa sih?”
“Aku tidak menjawab pertanyaan Lala, aku hanya tersenyum – senyum sendiri kayak orang gila’
‘Kamu dapet undian ya”? Tanya Lala lagi kepada ku
“Ya, bisa dibilang kayak gitu dech”, jawab ku.
“Lala menggelengkan kepala herang kepada sikap ku   akhir – akhir ini”

Dan saat aku berjalan dengan Lala untuk pulang kerumah. Tak disangka aku bertemu dengan Doni dijalan, dia tersenyum kepada ku, dan aku pun tersenyum kepada dia.

Dan Kakaknya Lala tahu kenapa akhir – akhir ini selalu senang dan ceria. Lala tiba – tiba berbicara mengagetkanku dan mengalihkan pandangan
O”oh…oh…oh… aku tau kenapa kamu akhir – akhir ini terlihat hapy, gara – gara Doni’? Emangnya kamu dikasih apa sama Doni kok bisa membuat kamu seperti saat ini.
“Aku tidak dikasih apa – apa kok sama Doni!”
“Oh… aku tau… jangan – jangan kamu suka ya sama Doni?”
“Ihh.. apaan sih.. orang aku gak suka kok sama dia”?

Aku berbohong kapada Lala dengan perasaan ku, padahal sebetulnya aku sangat suka dengan Doni, ucapan ku di dalam hati.
“Aduh.. ngaku aja dech .. kamu itu tidak bisa membohongiku”
“Duh.. kamu apa – apaan sih, kok kita jadi ngebicarain Doni sih”!
“Kalau kamu bener – bener suka sama Doni, tenang aja aku pasti bantuin kamu untuk mendapatkan Doni”
“Kamu gila apa?”
“Lho kok kamu ngatain aku gila sih?”
“Ya iyalah,, dia kan udah punya pacar, mana mungkin kamu bisa bantuin aku untuk mendapatkannya sih.., kamu ini ada – ada aja sih, kok kamu jadi ngotot sih…, katanya kamu gak suka sama Doni”
“Pemz… aku malu dengan perkataannya Lala”
“Ketauankan kalau kamu suka sama Doni?”
“Enggak kok, kamu jangan asal nuduh gitu donk!”
‘Emang kenyataannya kok, buktinya kamu marah kalau aku mau bantuin kamu untuk mendapatkannya, kamu tidak yakin kamu bisa mendapatkannya karena dia punya pacar!”

Aku hanya diam mendengar Lala berbicara lagi pula Doni gak pantas rasanya kalau berpasangan dengan Rinta. Mereka merupakan pasangan yang serasi di sedunia ini, Doni lebih serasi jika berpasangan dengan kamu bagaikan Romeo dan Juliet. Aku semakin geli mendengar ocehannya Lala iiihh…udah dech gak usah membicarakan mereka. Lala malah membicarakan mereka lagi, ingin rasanya aku pergi dari Lala dan kembali saat dia sudah selesai bebicaranya, kata ku didalam hati.
“Eeehhh… kalau dilihat – lihat ya kayaknya Doni itu gak suka sama Rinta, kayaknya kesan Doni itu berpacaran sama Rinta itu kepaksa banget!”
“Mana ada,, orang pacaran kepaksa! Dimana – mana orang berpacaran itu dilandasi dengan cinta”
“Tapi sis, mereka berdua itu berbeda dengan pasangan lain. Kayaknya Doni ditembak duluan dech sama Rinta trus Doninya gak mau dan Rintanya memaksa Doni untuk jadi pasangannya.”
“Sok ..tahu kamu” aku mempercepatt langkah ku. Lala berlari kecil mengejar ku.
Dan akhirnya sampai dirumah jaga. Kita sambung pembicaraan kita besok lagi ya. Kata Lala sambil melambaikan tangan kepada ku. Aku hanya tersenyum, dan aku membalas lambaian tangan dari Lala memang sih rumah ku dan rumah Lala sangat dekat, bahkan rumah kami bersebelahan aku dan Lala jarang sekali keluar rumah bersama – sama kalaupun keluar rumah itu hanya untuk mencari tugas dari sekolah.

Pagi harinya aku siap – siap untuk pergi sekolah Ibu ku telah menyiapkan roti dan susu hangat untuk aku, adik ku Leni dan Ayah, aku dan adik ku memang setiap berangkat sekolah diantarkan oleh Ayah karena arah sekolahku dan kantor Ayah sama tapi pulang sekolah kami selalu berjalan kaki karena jarak rumah dari sekolah dekat.

Siang ini aku mengikuti pelajaran dengan nyaman tidak ada kendala satu apa pun. Saat bunyi bel telah berbunyi tanda pelajaran hari ini sudah selesai. Seluruh siswa keluar dari kelasnya, ketika aku, Lala, dan Leni adik ku keluar dari sekolah. Tiba – tiba hati ku ini dek – dekan aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini dan apa yang akan terjadi pada diriku…Tanya ku dalam hati.

Saat dijalan Lala terus menggoda aku, Leni juga ikut – ikutan menggoda aku, ini semua gara – gara mulut Lala yang ember.

Dan dijalan saat menuju kerumah aku melihat Doni dia tersenyum kepadaku sambil ia di boncengin oleh temanya Dwi namanya aku senang sekali saat Doni senyum kepada kami. Mungkin inilah rasanya rasa suka pada dirinya, senyuman manis Doni membuat aku dak – dik – duk memulu. Lala tambah menggoda aku sambil tertawa rasanya aku ingin banget menendang Lala sampai ujung bumi, tapi suka juga rasanya.

Sampai dirumah aku langsung masuk kamar, menaruh tas dan menaruh sepatu dirak sepatu, aku langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur, lalu tiba – tiba terdengar Handphone ku berbunyi ternyata ada pesan dari Doni dia menanyakan bahwa aku sudah sampai dirumah atau belum. Lalu aku membalas pesannya. Waktu aku mengambil air minum terdengar Handphone ku berbunyi aku langsung cepat – cepat lari menuju kamar ku ternyata Doni menelfon ku. Aku menjadi gugup waktu mengangkat telfonnya lalu aku angkat, dia mengucapkan selamat siang kepada ku lalu dia bertanya “sudah makan apa belum kamu sika? Rasanya senang sekali aku ditanya seperti itu kamipun mengobrol panjang lebar walaupun tidak secara langsung. Corenya dia mengirimkan ku pesan pendek.
“Core!!! Gie apa nih?”
‘Udah sholat magrib apa belum sis?”
‘Aku tersenyum bahkan sampai tertawa’
“Gie istirahat nih.. udah donk!’

Malamnya aku menunggu sms dari Doni, Handphone slalu ku bawa kemana – mana sampai – sampai Leni meminjam Handphone ku saja aku tidak boleh karena aku ingin segera mendapatkan pesan dari dia sampai belajar pun aku tidak bisa focus, selalu saja memikirkan Doni.

Dan paginya berangkat sekolah, tapi kali ini aku berangkat jalan kaki tanpa Leni adik ku, dan ditengah jalan aku bertemu Lala dan dia juga lagi jalan kaki menuju sekolahan.
“Hai La…!” Sapa ku.
“Hai.. “ terlihat senyum dari bibir Lala,
“Kok tumben banget sih kamu jalan kaki, emangnya Ayah kamu kemana, kok gak nganterin kamu sis?’ Tanya Lala.
“Ayah ku gak kemana seperti biasanya dia pergi kekantor” Jawabku.
“Kok tumben amat kamu jalan kaki” lagi marahan ya sama Ayah kamu tanya Lala lagi kepadaku.
“Ngak kok aku Cuma ingin jalan kaki aja”

Di sepanjang perjalanan kami hanya diam tidak ada satu katapun yang terlontar dari mulut kami. Tetapi tiba – tiba Lala bertanya kepada Siska.
“Kamu ini kenapa sih, dari tadi kok diam mulu dan kayaknya kamu lagi kesel sama seseorang”
“Aku hanya diam saja”
“Kamu marah ya sama aku?”
“Ngak kok, aku gak marah sama kamu jawab ku”

Tidak lama kemudian kami tiba di sekolah. Dan disaat jam istirahat aku dan teman sekelasku pergi kekantin sekolah untuk mengisi perut kita yang keroncongan. Saat aku makan aku melihat Doni sedang makan sama teman – temanya tapi kali ini aku tidak melihat Rita ada disampingnya biasanya mereka selalu makan bersama – sama.

Sepulang sekolah aku menanyakan ini kepada Lala, mungkin dia tahu tentang Rita sama Doni, karena Rita teman sekelasnya Lala.
“La.. aku mau tanya dech sama kamu?”
“Tanya apa sih Sis, kayaknya serius banget dech?”
“Aku kok tadi waktu dikantin sekolah gak lihat Rita bersama Doni sih, biasanya meraka selalu bersama kalau pergi ke kantin?’
“Kamu gak tahu ya?’ Aku tidak menjawab, aku hanya menatap Lala heran, apa maksud dari perkataan Lala.
“Dia kan sudah putus 2 hari yang lalu, masak kamu gak tau sih?” Aku hanya menggelangkan kepala.
“Emangnya Doni gak cerita apa sama kamu?”
“Enggak.. akhir – akhir ini dia jarang berbicara dengan ku dan dia juga jarang menghubungiku”
“Apa gara – gara dia putus sama Rita, terus patah hati dech”
“Gak mungkin orang yang mutusin aja Doni kok, tadi aja Rita nangis dikelas gara – gara diputus sama Doni kata Lala”

Ternyata dia pangjang umur juga, tadi singan habis ngomongin dia, malamnya dia menghubungiku… seperti biasanya. Setiap hari dia menghubungiku, sampai – sampai aku mengabaikan tugas yang diberi oleh bapak dan ibu guru. Dan tepat sekali pukul 22.30 dia menelfon ku, saat itu aku berniat untuk pergi tidur tetapi tiba – tiba Handphone ku berbunyi lalu aku mengangkatnya.
“Hallo…”
“Dia menjawab “Hallo” udah tidur ya?”
“Aku menjawab belum nih, emangnya kenapa?” Tanya ku.
“Gak kenapa – kenapa kok, aku ganggu kamu gak?”
“Ah gak kok?”
Beberapa menit kami diam tidak terdengar suara dari mulutnya
“Sis, aku boleh tanya gak?”
“Tanya apa” Jawab ku!
“Kamu udah punya pacar apa belum?”
Mendengar pertanyaan dari Doni, rasanya aku baru terjun dari gunung tertinggi di dunia lalu jatuh di tanah yang sangat empuk seperti kasur tempat tidurku.
“Lalu aku menjawab” belum emangnya kenapa”

Dan saat itulah aku dan dia resmi menjadi pacar, dia menyatakan perasaan cintanya kepada ku. Aku malam ini tidak bisa tidur, terbayang selalu wajah Doni yang manis seperti gula jawa. Dan paginya dia mengirimkan ku ucapan selamat pagi, saat dia sms, aku belum bangun, baru pukul 04.30 pagi, orang aku bangunnya aja 05.30.

Aku sempet – sempetin untuk membuka pesan dari dia, aku memaksa kedua mataku untuk melihat. Pagi ini aku sangat ngantuk banget karena tadi malam aku tiduran larut sampai jam 24.22 baru tidur. Dia mengulangi ucapan tadi malam bahwa dia mencintai aku “duh.. senang dech rasanya mendapatkan kata – kata seperti itu, maklum lah dia adalah cinta pertama ku, Dia juga menuliskan di pesannya bahwa
“Dia gak mau kehilangan ku untuk selamanya karma dia sangat menyayangi ku”
“Lalu aku membalas pesanya’
“Aku juga sangat menyayangimu”

Sejak jadian sama Dini aku merasakan perubahan yang luar biasa, awalnya aku mengerjakan selalu ogah – ogahan hampir setiap hari Ibu selalu marah – marah. Dan sekarang sholat ku menjadi tertib, berkat dia yang selalu mengingatkan ku. Tapi disatu sisi dia yang selalu mengingatkan ku. Tapi disatu sisi dia juga merubahku jadi malas belajar. Karma aku jarang sekali belajar nilai ulangan semesteranku menurun biasanya aku selalu mendapat tiga besar tapi semester ini lima besar pun aku tidak termasuk. Kecewa rasanya, sampai – sampai Ibu uring – uringan karma nilai ku menurun.
“Siska, Siska kenapa sekarang nilai kamu menjadi angjlok sih”
“Apa yang membuat kamu seperti ini?” Aku hanya diam saja mendengar Ibu marah – marah.
“Pokoknya Ibu gak mau tahu semester yang akan datang kamu harus masuk dalam peringkat tiga besar!”
“Iya bu!” Jawab ku
“Jangan hanya iya saja, tetapi buktikan”!

Lalu Ibu pergi kedapur mengambil air minum kehausan habis ngomel – ngomel. Lalu aku masuk kamar, aku sangat menyesal sudah membuat kedua orang tua ku kecewa kepada lebih – lebih Ibu 2 bulan sudah aku dan Doni berpacaran tapi akhir – akhir ini Doni tidak lagi menghubungiku, entah kenapa aku tidak tau apa yang sebernarnya terjadi pada dia. Nomor hanpdphonenya aku hubungi selalu gak bisa, aku mengirimkan beribu – ribu pesan selalu gagal, dan disekolahpun dia jarang sekali terlihat, dia selalu menghindar kalau aku mau menanyakan kenapa dia tidak pernah menghubungiku.

Siang, setelah sekolah aku mengajak untuk menemani aku bertemu dengan Doni, tapi apa yang aku dapat, aku tanya kepadanya tapi beribu – ribu pertanyaan satupun tidak dijawab. Dia hanya diam, aku kesal banget sama dia, lalu aku pergi meninggalkan dia, Lala mengejarku, lalu bertanya kepadaku.
“Sis sebenarnya apa sih yang terjadi antara kamu dengan Doni?”
“Aku juga tidak tahu La…, akhir – akhir ini  ia tidak lagi menghubungiku” Jawabku.
“Emangnya ada masalah apa, sampai – sampai ia tidak menghubungi kamu?” Tanya Lala lagi.
“Aku tidak tahu La…., setiap aku mau menanyakan hal  itu dia selalu menghindar”
“Sabar saja ya Sis, moga – moga Doni sadar apa yang sudah dia lakukan, sampai – sampai membuat kamu gelisah dan sedih!”
“Aku hanya mengangguk”

Sampai dirumah aku langsung kekamar, aku mengunci pintu kamarku agar tidak ada yang mengganggu, sejak pulang sekolah samapi sore ini aku tidak berhenti menangis, di dalam hatiku terdapat beribu – ribu pertanyaan untuk dia, apa salahku ? mengapa dia lakukan ini kepadaku ? mengapa sekarang berubah tidak seperti dahulu, aku merindukan kenangan masa – masa kita dulu, kamu selalu perhatian sama aku. Dan kala itu aku ditanyai temannya Doni, Andi namanya. Saat aku pergi keperpustakaan, aku dipanggil Andi.
“Sis …. Panggil Andi”
“Aku menoleh kearah Andi, lalu Andi menghampiriku”
“Ada apa An?”
“Aku Cuma mau tanya, kenapa Doni sekarang berubah arastis seperti itu, bukan apa – apa sich Sis, aku sebagai teman baiknya hanya ingin tahu”
“Aku juga tidak tau An, apa yang terjadi kepadanya”. Jawabku.
“Lho kok kamu bisa tidak tau sich, kamu kan pacarnya”
“Emang benar sih, tapi dia sekarang tidak pernah menghubungiku lagi, entah kenapa”
“Ya sabarlah Sis”
“Aku hanya tersenyum kepada Andi”

Sudah 35 hari status ku dengan dia tidak tentu, sakit sekali rasanya, apa sekarang dekat dengan Jihan adik kelas ku, Aku diberi tahu Lala bahwa mereka sudah jadian. Aku menangis mendengar apa yang disampaikan Lala kepada ku, sungguh teganya dia seperti itu kepadaku. Padahal selama ini aku selalu menjaga hatiku untuk dia sudah sekian lama aku mencoba untuk melupakannya dan perlahan – lahan aku bisa melupakanya. Tapi sebenernya di lubuk hatiku yang paling dalam masih menyayanginya.

Dan sekarang bisa melihat Doni di kantin walaupun di temani dengan seorang cewek yang berbeda sebelum aku jadian sama Doni. Satu hal yang aku tahu tentang Doni, ternyata dia seorang Playboy, kalau dilihat sih dia itu orang yang pendiam tetapi dia senang sekali mempermainkan perasaan seorang wanita, sungguh tak ku sangka dia seperi itu.

Sore nanti aku di ajak Lala untuk jalan – jalan ke taman menggunakan sepeda ontel lama sekali rasanya aku sudah tidak jalan – jalan ke taman sambil bersepeda dengan teman kecil ku yaitu Lala saat kita asiknya bersepeda sambil mengobrol mata ku terkejut pada seorang laki – laki yang duduk ditaman seorang diri yaitu Doni aku rasa Doni juga melihat aku, aku langsung mengajak Lala untuk segera pulang
“La.. ayo kita pulang!” Ajak ku.
“Duh, bentar lagi donk Sis, kita kan belum sampai di tempat favorit kita dulu waktu kecil”
“Besok aja dech, bujuk ku kepada Lala”
“Kenapa sih kok tiba – tiba kamu ngajak pulang?” Tanya Lala udah dech, nanti aku jelasin kalau udah sampai dirumah, ayo cepat kita pulang, desak ku.
Sampai rumah, Lala menanyakan, kenapa aku tiba – tiba mengajak pulang. Lalu menceritakan semua kalau tadi di gerbang, terdengar ada yang memanggil nama ku, setelah aku lihat ternyata itu Doni, aku tidak menghiraukannya. Aku dan Lala terus berjalan Doni berlari mengejar aku dan Lala.
“Siska.. dia memanggil nama ku lagi”
“Ada apa Don, tanya ku”
“Aku mau ngomong sama kamu sebentar!” Jawab Doni aku melihat Lala dengan heran, apa yang akan di omongin sama Doni kepada ku.
“Ngomong aja” perintah ku, tapi aku ingin kita ngomongnya berdua saja.
“ya sudah aku pergi dech” sahut Lala.

Lala pun pergi meninggalkan aku dan Doni, tapi aku menyuruh Lala untuk menunggu ku di bawah pohon beringin di samping pintu gerbang.
“Lala aku meneruskan pertanyaan ku kepada Doni”
“Ada apa Don, tumben kamu menemuiku?”
“Aku hanya ingin minta maaf atas semua kesalahan ku sama kamu yang telah membuat kamu kecewa” Pinta Doni.
“Iya.. aku maafin, lagi pula aku sudah melupakan itu semua” Jawab ku kepada Doni.
“Kalau begitu kamu maukan balikan sama aku?” Aku kaget dan heran, kenapa orang ini tidak tau malu sih, sudah menjilat ludahnya sendiri.
“aku hanya diam saja
“aku tahu bahwa kamu masih menyayangi ku, iya kan Sis, tanya Doni.
“Kalau boleh jujur, aku masih menyayangi mu sampai saat ini, jujur aku tidak bisa melupakan mu, karma kamu adalah cinta pertama ku. Tapi maaf aku tidak bisa menerima tawaran mu” Jawab ku
“Tapi kenapa, katanya kamu masih menyayangi ku? Tanya Doni.
“Memang, tapi aku lebih suka dan bahagia bila bisa melewati hari – hari tanpa seorang pacar”
“Ya… sudah aku mau pulang dulu.. pamit ku”

Lalu aku menghampiri Lala, aku mengajak pulang lalu aku menceritakan semua sama Lala, bawa Doni menginginkan ku balikan sama dia.SLalu Lala bertanya terus kamu menjawab apa? Aku lebih suka menghabiskan waktu ku dengan keluarga dan teman – temanku dan aku mengatakan kepada Lala bahwa cinta itu mendatangkan penyakit hati.
Karna I am single and very happy.



 

0 komentar:

Posting Komentar