Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 05 Desember 2011

PUTUS


PUTUS
Karya : Diah Utami

Selama ini Tita tinggal bersama kakek neneknya, sudah sejak dulu Tita ditinggalkan ibunya untuk bekerja. Tetapi sampai sekarang ibunya belum pulang. Tiba-tiba saja Kikin teman baik Tita sudah berada disisi Tita.
“ Ada apa Tita, kamu dari tadi kok diam saja” tanya Kikin.
“ Nggak apa-apa kok, aku Cuma lagi mikirin ibuku “
“ Memangnya ibu kamu kemana ?”
“ Ibuku sudah lama pergi bekerja, tetapi ibuku tidak pernah memberi kabar”
“ Ya sudahlah kamu jangan sedih ,semoga saja ibumu segera pulang “
“ Ya mudah-mudahan saja “
Tita tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Tetapi lagi-lagi hatinya tidak bisa tenang. Kalau sampai sekarang ibunya belum pulang, Tita putus sekolah. Soalnya selama ini yang membiayai sekolahnya adalah kakek neneknya. Setelah Tita pulang sekolah, Tita dirumahnya bertanya pada kakek neneknya.
“ Kek-nek, apa aku boleh melanjutkan sekolah “ tanya Tita.
“ Uang dari mana untuk membiayai sekolahmu. Sekarang ini sekolah biayanya mahal “
“ Tapikan aku mau melajutkan sekolah,aku ingin seperti teman-temanku yang bisa melanjutkan sekolah “
“ Iya, tapi nenek tidak punya uang, apalagi kakek kamu juga sakit. Nenek juga masih membiayai sekolah adikmu, nenek tidak bisa kalau harus membiayai sekolah kalian “
“ Iya seenggaknya aku bisa sekolah sampai SMP “
“ Kalau ibumu pulang, kamu bisa melanjutkan sekolah “
Tita sedih kalau ibunya tidak pulang, ia benar-benar tidak bisa melanjutkan sekolah. Sebab melanjutkan sekolah adalah cita-cita agar kalau dia nanti sudah bekerja ia dapat membantu membiayai sekolah adiknya. Tita juga ingin adiknya sekolah lebih tinggi agar bisa menggapai cita-citanya dan dapat membahagiakan kakek-neneknya.
Setelah sekian lama  Tita menunggu sampai tahun ajaran ini ibunya belum juga pulang. Kesedihan terus melanda Tita, tetapi Tita mencoba untuk tegar. Walaupun akhirnya ia putus sekolah, Tita bertekad agar adiknya nanti tidak seperti dia.
IBUKU PAHLAWANKU
Karya : Bayu Aditya Nugroho

Ibu adalah sosok orang yang bijaksana dalam hal apapun. Semua orang pasti mengenal dengan nama ibu. Oh ibu, tatapan matamu bagaikan matahari yang selalu memancarkan sinarnya, senyuman bibirmu menampakan rasa bahagia dan senang dengan raut wajahmu yang selalu bersinar.
Oh ibu, dirimu bagaikan bumi yang berputar menggambarkan sosok dirimu tak kenal rasa lelah dan letih, setiap hari engkau selalu bekerja dan terus bekerja dan berkorban hanya untukku, yaitu anakmu. Oh ibu, pengorbananmu tak akan aku sia-siakan, aku akan memanfaatkan kesempatan ini.
Engkau sampai tak kenal waktu, hanya untukku supaya aku bisa berpendidikan tinggi. Oh ibu, semoga engkau tak menyesal dengan hadirnya aku ibu, aku akan membalas kebaikanmu ibu.
Oh ibu, disaat orang masih memjamkan mata dengan tidurnya, engkau sudah terbangun dari tidurmu, sudah sibuk dengan aktivitas pekerjaanmu, dan disaat orang sudah istirahat,engkau tidak istirahat, sampai-sampai matahari sudah tidak memancarkan sinarnya dan berganti dengan rembulan yang indah, engkau masih sibuk dengan pekerjaanmu, engkau sungguh hebat ibu.disaat pagi ibu sudah siap dengan dagangan yang nanti akan dijualnya.
“ Dit, didit.”
“ Ya bu, ada apa ?”
“ Cepat bangun dan jangan lupa langsung mandi “
“ Ya, Bu “
“ Didit, apa kamu sudah habis mandi ?”
“ Ya bu,sudah. Ini lagi ganti baju “
“ Oh ya, nanti jangan lupa antarkan ibu ke sekolahan ya ?”
“ Ya, ini aku sudah selesai kok bu, memang ibu sudah siap dengan semua dagangan ibu ?”
“ Udah “
“ Ya, ayo naik ke motor bu “
“ Terima kasih ya Dit, sudah dianterin ?”
“ Ya bu, kalau gitu aku minta uang saku bu ?”
“ Oh ya, ibu lupa,kamu minta berapa ?”
“ Terserah ibu “
“ Baik, 5.000 aja ya “
“ Ya bu, terima kasih, aku berangkat ya “ ( sambil mencium tangan ibu )
“ Iay, hati-hati Dit “
Oh ibu, engkau memang pahlawanku dan aku semakin semangat belajar, supaya tidak mengecewakanmu ibu, dan aku berjanji akan membalas kebaikanmu itu ibu, dengan aku belajar sungguh-sungguh.
Walaupun aku terkadang membuatmu kecewa, namun aku selalu menerima nasehat darimu, karena nasehat yang engkau berikan itu pasti demi kebaikanku dan aku tidak pernah menganggap bahwa nasehat yang engkau berikan itu sebuah rasa kesalmu padaku.
Oh,ibu, aku tidak bisa jauh darimu, walau suatu hari aku tak sabar untuk bertemu kembali denganmu. Karena aku sangat sayang padamu.
Oh ibu, aku sangat bangga denganmu dan engkau aku anggap sebagai pahlawanku.

















PERJALANAN CINTAKU
Karya : Wiwit Yuni Setiawati
Putra adalah lelaki yang sangat aku sayangi selama ini dan telah mengisi lubuk hatiku. Tapi perjalanan cintaku tidak berjalan lama, karena lagi-lagi teman dekatku telah mengkhianati  dan telah mengambil kekasih yang ku sayangi dan kucintai.
Putra telah meninggalkanku demi teman dekatku yang bernama Lia, yang aku percayai selama ini. Mereka telah jadian waktu ulang tahun SMP lalu. Hatiku merasa sedih dan sakit hati rasanya, terluka melihat orang yang aku sayangi selamaini telah memilih cewex lain.
Aku mencoba melupakannya, tapi rasanya tidak bisa untuk mendapatkan seorang cowox kayak dia lagi, dimana-mana aku selalu melihat mereka berdua, hatiku merasa tidak tenang dan aku terbayang-bayang oleh wajahnya selama kehidupanku.
Tapi anehnya, mereka yang selalu menyakiti dan tak peduli sama lainnya. Ira dan Putra menginginkan putus karena tidak saling menyayangi, mereka berdua telah memutuskan untuk berpisah.
Hati masih terbayang-bayang wajahnya putra dan hidupnya yang tidak pernah tenang kehidupannya. Wati masi menginginkan untuk menjadi kekasihnya Putra, tapi itu adalah tidak mungkin terjadi,ku mencoba untuk menunggu dia kembali.
Disuatu hari Wati bertemu dengan Putra, mereka bercakap-cakap.
“ Hai apa kabar ?”
“ Baik, kalau kamu gimana “
“ Baik juga “
“ Emmmm...ngomong-ngomong akuleh tanya gak ?”
“ Boleh, tanya apa ?”
“ Gimana kamu udah punya cowox loem?”
“ Kok kamu tanya gitu, emang ada apa ?”
“ Gak ada apa cieh “
“ Kamu mau gak jadi cewex ku lagi ?”
“ Gimana ya, aku gak mau sakit hati lagi kayak dulu “
“ Aku janji nggak bakalan kayak gitu lagi ama kamu “
“ Iya-iya?”
Putra dan Wati telah membuka lembaran baru dan menjalani kehidupan mereka berdua yang sangat menyayangi dan mencintai. Mereka yang selalu berdua saat bahagia maupun sedih, membagi canda tawa dan tak lupa mengucap janji sampai hembusan nafas terakhir.
Cinta Wati dan Putra telah bahagia dan sekarang hidupnya sangat damai untuk selamanya. Wati telah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.















0 komentar:

Posting Komentar